Beberapa waktu lalu, saya bertemu dengan seorang sahabat, yang kebetulan memang ada keperluan. Tumben sekali sahabat saya ini datang terlambat dari waktu janjian kami. Dia pun bercerita kalau sebelum menemui saya, dia ke sekolah anaknya menemui wali kelas, untuk membicarakan tentang anaknya yang menjadi korban bullying.
Ceritanya tentang bullying membuat saya kaget. Bagaimana tidak, anaknya bersekolah di sekolah yang cukup bergengsi di kota Semarang. Pun sekolah tersebut berbasis agama. Si anak tidak mau menceritakan apa dan bagaimana bullying yang dia alami. Apakah bullying yang dialaminya verbal bullying atau sudah mengarah ke arah kekerasan fisik. Tapi dampak ke anak tersebut, dia tidak mau sekolah, dan kalau toh dia sekolah, dia mau bawa pisau katanya. Hiks, duh, sedih dan ngeri banget dengarnya. Fyi, anak sahabat saya ini, secara fisik memang kurus dan sifatnya pendiam. Dia cuma punya 2 orang teman yang dekat. Ciri-ciri anak korban bully sepanjang pengetahuan saya, memang anak yang secara fisik kecil, dan memiliki sifat pendiam/introvert. Karena para pembully akan merasa aman karena korban diam saja jika dibully.








