Social Icons

6 Sep 2020

Pinjaman Online Seperti Apa Yang Dapat Dipercaya?

Di saat pandemi ini, banyak sekali yang terdampak, terutama masyarakat menengah ke bawah. Beberapa teman yang bekerja sebagai pegawai swasta bahkan terkena pemutusan hubungan kerja (PHK). Kasihan sekali ya, saat susah malah tidak bekerja, tidak ada pemasukan untuk kebutuhan sehari-hari. 



Untunglah beberapa teman tidaknmau terpuruk begitu saja, mereka berusaha bangkit sebisanya. Ada yang semakin giat mencari pekerjaan ke perusahaan lain. Banyak pula yang berusaha membuka usaha yang bisa dilakukan dari rumah. Karena kondisi seperti ini memang riskan sekali untuk melakukan aktivitas terlalu banyak di luar rumah, apalagi di tempat keramaian. 

Sayangnya untuk membuka usaha dari rumah pun banyak sekali kendala. Dimulai dari mau usaha jenis apa? Pangsa pasar yang dibidik seperti apa? Hingga modal yang dibutuhkan darimana. 

Banyak yang terhenti karena kendala modal. Walau mungkin dana yang dibutuhkan tidak terlalu besar tapi di kondisi seperti ini menghitung pengeluaran harus dilakukan dengan sangat cermat. 

Banyak yang gelap mata sehingga terjebak arisan online hingga kredit tanpa agunan tanpa tahu seperti apa dan bagaimana penyelenggaranya. Hingga ketika ditagih mereka terkaget-kaget oleh jumlah angsuran yang harus dibayar sangat besar. 

Kredit tanpa agunan online atau biasa disebut KTA online menjadi primadona baru saat ini. Bagaimana tidak, syarat tanpa agunan, kemudahan meminjam dan membayar menjadi alasannya. Hingga banyak yang kurang berhati-hati untuk mengecek pemberi KTA online tersebut reputasi dan kinerjanya seperti apa. 

Bila memang ingin meminjam tanpa agunan, alangkah baiknya mulai mencari tahu lebih detail tentang pemberi piutang, pengalaman orang yang pernah meminjam, dan seperti apa syarat-syarat yang dibutuhkan. 

Salah satu situs pinjaman online pertama di Indonesia dan sudah berdiri sejak tahun 2014 adalah Tunaiku. Tunaiku merupakan produk dari Amar Bank, salah satu institusi finansial berbentuk bank resmi di Indonesia yang sudah beroperasi pada tahun 1991. Selain di bawah naungan bank resmi, Tunaiku dan Amar Bank juga berdiri di bawah bendera perusahaan multinasional yaitu Tolaram Group. Karena berada di bawah naungan bank, KTA online di Tunaiku aman terpercaya dan kemudahannya.

Dengan visi Tunaiku untuk memberikan layanan kredit tanpa agunan yang mudah, aman, terpercaya kepada seluruh masyarakat Indonesia yang tidak hanya ingin, tapi juga butuh dana tunai tanpa jaminan langsung cair untuk memenuhi kebutuhan mendesak untuk modal usaha, renovasi rumah, biaya pendidikan, biaya pernikahan hingga biaya kesehatan yang tak terduga.

Perbedaan Tunaiku dengan situs fintech lain yang ada di Indonesia ada pada 2 hal penting yaitu keamanan dan fleksibilitas. Berbeda dengan situs fintech biasanya, Tunaiku berdiri di bawah naungan institusi finansial berbentuk bank resmi di Indonesia yang terdaftar dan diawasi oleh OJK sehingga dari segi keamanan data nasabah tidak perlu diragukan lagi karena Tunaiku berusaha sebaik mungkin untuk melindungi data nasabah kami. 

Untuk fleksibilitas, Tunaiku juga cukup berbeda karena menyediakan fasilitas tenor yang sangat panjang yaitu maksimum 20 bulan dengan 
limit hingga 20 juta rupiah berbeda dengan situs fintech yang lebih banyak memberikan limit kecil dan tenor pendek. Tunaiku juga menawarkan syarat dan pengajuan lebih mudah dibanding layanan KTA tradisional 
yang biasanya membutuhkan agunan serta banyak dokumen saat proses pengajuan KTA online maupun offline. Di Tunaiku hanya menyediakan layanan kredit pinjaman online tanpa jaminan dan tanpa kartu kredit, serta proses pengajuan KTA yang hanya bermodalkan KTP dan 10 menit waktu Anda untuk pengisian formulir.

20 Jun 2020

5 Hal yang Harus Jadi Kebiasaan di Era New Normal

Sejak dokter Reisa Broto Asmoro ikut menjadi juru bicara Gugus Covid 19 dan mengumumkan bahwa Indonesia memasuki era new normal life, saya mulai mempersiapkan diri untuk masuk kerja lagi. Saya mulai ngantor sekitar 2 minggu lalu. Setelah ngendon cuma di rumah selama kurang lebih 3 bulan. Menghadapi situasi new normal ini jujur saja membuat saya cukup nervous. Padahal dulu sebelum pandemi mah kerja ya kerja aja ya, gak kepikiran aneh-aneh. Sekarang banyak hal yang harus disiapkan ketika memasuki babak baru dalam perjalanan memerangi pandemi covid 19 ini. 



Malam sebelum hari keberangkatan perdana, saya mulai mempersiapkan "alat perang" untuk membentengi diri dari hal-hal yang tidak diinginkan. Sehari dua hari berangkat kerja, agak kagok juga dengan hal-hal baru yang perlu pembiasaan.

10 Jun 2020

Saya, Ibu Menyusui Dan Saya Harus Bahagia

Saya, ibu menyusui dan saya harus bahagia

Pernah dengar gak kalau hormon menyusui itu berbanding lurus dengan kebahagiaan?

Saat ini saya masih menyusui anak ke dua yang berumur 1,5 tahun. Bagi yang pernah mengalami pasti paham, kalau punya bayi itu paket komplit. Bahagianya tak terkira, berikut begadangnya, tubuh lelah, hawanya ngantuk tapi tidak mungkin tidur, dan lain-lain. Komplit dan kompleks haha.



Perjalanan menyusui bagi ibu bekerja pun beragam sekali ceritanya. Ketika masih cuti, keadaan masih aman terkendali. Malam begadang, besok pagi bangun agak kesiangan gak terlalu masalah. Tapi kalau cuti habis kan gak mungkin banget, bobok cantik di pagi hari haha. 

Karena tubuh yang lelah, membuat hati jadi gelisah. Lambat laun berpengaruh pada produksi asip (Air Susu Ibu Perah). Saya pernah mengalami penurunan drastis hasil asip di suatu waktu. Panik? Jelas, karena asip saya kejar tayang. Kalau hasil asip hari ini berkurang alamat saya tambah begadang di malam hari atau dengan resiko bayi saya kekurangan minum. 

Tentu saja saya memilih begadang supaya bayi saya tercukupi asipnya ketika saya bekerja. Yah, paling ntar efeknya ngantuk di kantor dan bisa jadi tensi turun.

Kondisi yang tidak fit, tidur yang kurang, dan beban pikiran akan mempengaruhi kualitas dan kuantitas asi. Sebagus daj sebanyak apa pun booster asi yang dikonsumsi tidak akan membawa perubahan jika seorang busui kelelahan secara fisik dan tertekan secara psikis. Iya, seorang busui harus bahagia.

Secara ilmiah ada penjelasannya loh bahwa hormon oksitosin yang berpengaruh besar pada produksi asi erat sekali dengan namanya kebahagiaan. Busui harus mulai memikirkan kebahagiaannya dulu karena ini berkaitam dengan asupan asi bagi bayi. Self love alias mencintai diri sendiri penting sekali.

Self love di sini bisa diartikan bagaimana kita membuat diri kita bahagia, tentu dengan cara versi kita. Misalnya saya, jika mulai bad mood saya akan mulai dengan makanan haha makanya gak kurus-kurus. Tentu makanan yang saya pilih adalah makanan yang memperlancar asi dan saya menyukainya. Jika dari makanan tidak bisa mengembalikan mood saya, maka langkah berikutnya adalah jalan-jalan. Busui mah butuh banget refreshing. Sehari-hari cuma kantor sama rumah. Kerja di kantor, pulang ngurus anak. Itu aja muter. Dan tentu ada jenuhnya dong. 

Selain dari makanan dan jalan-jalan, tak kalah pentingnya adalah support system di sekitar kita. Iya, perjalanan menyusui bukan hanya bagi ibu dan bayi saja, tapi juga seluruh keluarga. Bagaimana suami/bapak mendukung istri untuk memberi asi dan dukungan keluarga lainnya. Bagaimana si kakak juga paham bahwa adik akan banyak menghabiskan waktu bersama ibunya.

Bagi saya support system yang paling berpengaruh adalah suami. Dari awal suami sudah diwanti-wanti sama dokter, "Ibunya gak usah disuruh diet dulu ya, biar asinya banyak." Mungkin karena suami gak pernah protes istrinya makan banyak. Ya gimana kalau gak makan asi juga gak keluar. 

Ada gak kendala dalam menyusui? Banyak banget, gak cukup satu postingan haha. Bahkan awal-awal melahirkan saya sudah disuruh oleh orang terdekat untuk memberi sufor pada anak. Hanya gara-gara mendengar anak saya menangis. Dianggap bahwa asinya kurang mencukupi kebutuhannya. Tapi saya dan suami tetap kekeuh diusahakan asi dulu. Kalau dalam 1 bulan berat badan bayi ada masalah baru kita konsultasikan ke dokter baiknya bagaimana. Alhamdulillah tidak ada masalah dengan BB sehingga asi bisa jalan terus.

Untuk para ibu menyusui lainnya, yuk usahakan untuk selalu bahagia lahir dan batin. Ibu yang bahagia akan menghasilkan anak yang bahagia pula. Asi berlimpah dan anak sehat. Aamiin
..

4 Jun 2020

3 Cara Menumbuhkan Minat Baca Pada Anak


3 cara menumbuhkan minat baca pada anak

Seingat saya, sejak kecil saya suka membaca. Kalau jatahnya majalah bobo datang, sudah nungguin di depan rumah. Saya dulu punya tetangga yang cukup berada, hampir setiap sore saya main ke rumahnya, tujuannya cuma satu, mau baca buku di sana. Kebetulan keluarga tersebut keluarga besar. Jadi segala jenis bacaan mereka punya. Berasa seneng banget di sana liat banyak buku dan majalah bagus-bagus.



Setelah menjadi ibu, saya mulai mempraktekan tips parenting agar anak memiliki minat baca, saya seperti punya ambisi agar anak-anak suka membaca seperti saya. Bahkan ketika andhin baru berusia 3 tahun, saya sudah membeli buku bantal untuknya. Ketika menginjak usia 2 tahun entah sudah berapa banyak buku cerita yang saya belikan. Dulu nimbun buku buat diri sendiri, setelah punya anak beralih nimbun buku buat anak haha. Ini mah alasan aja buat penimbun buku macam saya wkwk.