Orang tua saya adalah penggemar
pete, jadilah saya suka juga sama si pete. Tapi, kalau dengan yang namanya
jengkol, kok ya gak pernah terhidang sekali pun di meja makan. Jadilah saya pun
tidak pernah makan jengkol sejak kecil. Setelah agak gedean dikit, penasaran
banget dengan sebuah acara di tivi yang menampilkan masakan berbahan utama
jengkol. Dan ketika ada yang disuruh icip-icip, sampai merem melek deh si
pengicip. Katanya sih enak. Mboh nek ngapusi.
Hai...halo...
Komunitas blog "Warung Blogger" akan menerbitkan buku.
Bagi para blogger yang ingin karyanya dibukukan, ayuk ah, segera mengirimkan karya terbaiknya.
Silakan klik di Tantangan True Story: Inspiring of Giving
14 Mei 2013
Srikandi Blogger, Aktualisasi Perempuan di Era Digital
Aktualisasi perempuan di era
digital sudah semakin cetar membahana deh ya. Apalagi dengan kemajuan
teknologi, perempuan pun bisa berkarya walau pun dengan status ibu rumah tangga
atau bekerja di rumah. Sudah gak jaman deh kalau para perempuan ini disepelekan
karena keperempuanannya, yang identik dengan tidak melek teknologi.
8 Mei 2013
Pengusaha dan Pemancing
Membaca salah satu postingan Bu
Evi yang berkaitan dengan aturan sukses yang berbeda pada setiap orang membuat saya teringat tentang
sebuah kisah yang menggelitik. Ini kisah tersebut:
Seorang pengusaha lengkap dengan
alat pancingnya menuju ke sebuah dermaga yang biasa digunakan untuk memancing.
Disana sudah ada seorang bapak yang juga sedang memancing. Pengusaha itu pun
duduk di dekat pemancing tersebut. Selang beberapa saat, percakapan diantara
mereka pun terjadi.
2 Mei 2013
Dear me
Dear me,
Tahukah kamu, sudah sejak sepagi
ini air matamu terus menerus mengalir.
Sakit hati? Merasa dicampakkan? Atau
merasa dikhianati?
Oh, tidak. Bukan salah satunya
yang menjadi alasanmu menangis. Kamu menangis karena kamu takut kehilangan. Kehilangan
seorang yang kau kasihi. Kehilangan perhatian-perhatiannya. Kehilangan saat-saat
bersamanya. Kehilangan sesosok yang bisa kamu sebut ‘calon suami’.
Langganan:
Entri (Atom)