Social Icons

Showing posts with label Arisan Gandjel Rel. Show all posts
Showing posts with label Arisan Gandjel Rel. Show all posts

20 Jun 2020

5 Hal yang Harus Jadi Kebiasaan di Era New Normal

Sejak dokter Reisa Broto Asmoro ikut menjadi juru bicara Gugus Covid 19 dan mengumumkan bahwa Indonesia memasuki era new normal life, saya mulai mempersiapkan diri untuk masuk kerja lagi. Saya mulai ngantor sekitar 2 minggu lalu. Setelah ngendon cuma di rumah selama kurang lebih 3 bulan. Menghadapi situasi new normal ini jujur saja membuat saya cukup nervous. Padahal dulu sebelum pandemi mah kerja ya kerja aja ya, gak kepikiran aneh-aneh. Sekarang banyak hal yang harus disiapkan ketika memasuki babak baru dalam perjalanan memerangi pandemi covid 19 ini. 



Malam sebelum hari keberangkatan perdana, saya mulai mempersiapkan "alat perang" untuk membentengi diri dari hal-hal yang tidak diinginkan. Sehari dua hari berangkat kerja, agak kagok juga dengan hal-hal baru yang perlu pembiasaan.

10 Jun 2020

Saya, Ibu Menyusui Dan Saya Harus Bahagia

Saya, ibu menyusui dan saya harus bahagia

Pernah dengar gak kalau hormon menyusui itu berbanding lurus dengan kebahagiaan?

Saat ini saya masih menyusui anak ke dua yang berumur 1,5 tahun. Bagi yang pernah mengalami pasti paham, kalau punya bayi itu paket komplit. Bahagianya tak terkira, berikut begadangnya, tubuh lelah, hawanya ngantuk tapi tidak mungkin tidur, dan lain-lain. Komplit dan kompleks haha.



Perjalanan menyusui bagi ibu bekerja pun beragam sekali ceritanya. Ketika masih cuti, keadaan masih aman terkendali. Malam begadang, besok pagi bangun agak kesiangan gak terlalu masalah. Tapi kalau cuti habis kan gak mungkin banget, bobok cantik di pagi hari haha. 

Karena tubuh yang lelah, membuat hati jadi gelisah. Lambat laun berpengaruh pada produksi asip (Air Susu Ibu Perah). Saya pernah mengalami penurunan drastis hasil asip di suatu waktu. Panik? Jelas, karena asip saya kejar tayang. Kalau hasil asip hari ini berkurang alamat saya tambah begadang di malam hari atau dengan resiko bayi saya kekurangan minum. 

Tentu saja saya memilih begadang supaya bayi saya tercukupi asipnya ketika saya bekerja. Yah, paling ntar efeknya ngantuk di kantor dan bisa jadi tensi turun.

Kondisi yang tidak fit, tidur yang kurang, dan beban pikiran akan mempengaruhi kualitas dan kuantitas asi. Sebagus daj sebanyak apa pun booster asi yang dikonsumsi tidak akan membawa perubahan jika seorang busui kelelahan secara fisik dan tertekan secara psikis. Iya, seorang busui harus bahagia.

Secara ilmiah ada penjelasannya loh bahwa hormon oksitosin yang berpengaruh besar pada produksi asi erat sekali dengan namanya kebahagiaan. Busui harus mulai memikirkan kebahagiaannya dulu karena ini berkaitam dengan asupan asi bagi bayi. Self love alias mencintai diri sendiri penting sekali.

Self love di sini bisa diartikan bagaimana kita membuat diri kita bahagia, tentu dengan cara versi kita. Misalnya saya, jika mulai bad mood saya akan mulai dengan makanan haha makanya gak kurus-kurus. Tentu makanan yang saya pilih adalah makanan yang memperlancar asi dan saya menyukainya. Jika dari makanan tidak bisa mengembalikan mood saya, maka langkah berikutnya adalah jalan-jalan. Busui mah butuh banget refreshing. Sehari-hari cuma kantor sama rumah. Kerja di kantor, pulang ngurus anak. Itu aja muter. Dan tentu ada jenuhnya dong. 

Selain dari makanan dan jalan-jalan, tak kalah pentingnya adalah support system di sekitar kita. Iya, perjalanan menyusui bukan hanya bagi ibu dan bayi saja, tapi juga seluruh keluarga. Bagaimana suami/bapak mendukung istri untuk memberi asi dan dukungan keluarga lainnya. Bagaimana si kakak juga paham bahwa adik akan banyak menghabiskan waktu bersama ibunya.

Bagi saya support system yang paling berpengaruh adalah suami. Dari awal suami sudah diwanti-wanti sama dokter, "Ibunya gak usah disuruh diet dulu ya, biar asinya banyak." Mungkin karena suami gak pernah protes istrinya makan banyak. Ya gimana kalau gak makan asi juga gak keluar. 

Ada gak kendala dalam menyusui? Banyak banget, gak cukup satu postingan haha. Bahkan awal-awal melahirkan saya sudah disuruh oleh orang terdekat untuk memberi sufor pada anak. Hanya gara-gara mendengar anak saya menangis. Dianggap bahwa asinya kurang mencukupi kebutuhannya. Tapi saya dan suami tetap kekeuh diusahakan asi dulu. Kalau dalam 1 bulan berat badan bayi ada masalah baru kita konsultasikan ke dokter baiknya bagaimana. Alhamdulillah tidak ada masalah dengan BB sehingga asi bisa jalan terus.

Untuk para ibu menyusui lainnya, yuk usahakan untuk selalu bahagia lahir dan batin. Ibu yang bahagia akan menghasilkan anak yang bahagia pula. Asi berlimpah dan anak sehat. Aamiin
..

4 Jun 2020

3 Cara Menumbuhkan Minat Baca Pada Anak


3 cara menumbuhkan minat baca pada anak

Seingat saya, sejak kecil saya suka membaca. Kalau jatahnya majalah bobo datang, sudah nungguin di depan rumah. Saya dulu punya tetangga yang cukup berada, hampir setiap sore saya main ke rumahnya, tujuannya cuma satu, mau baca buku di sana. Kebetulan keluarga tersebut keluarga besar. Jadi segala jenis bacaan mereka punya. Berasa seneng banget di sana liat banyak buku dan majalah bagus-bagus.



Setelah menjadi ibu, saya mulai mempraktekan tips parenting agar anak memiliki minat baca, saya seperti punya ambisi agar anak-anak suka membaca seperti saya. Bahkan ketika andhin baru berusia 3 tahun, saya sudah membeli buku bantal untuknya. Ketika menginjak usia 2 tahun entah sudah berapa banyak buku cerita yang saya belikan. Dulu nimbun buku buat diri sendiri, setelah punya anak beralih nimbun buku buat anak haha. Ini mah alasan aja buat penimbun buku macam saya wkwk.

21 May 2020

Self Healing Selama Masa Pandemi


Ketika negara kita jumawa tidak ada korban covid 19, saya jujur saja meragukannya. Jadi, walau pun belum ada penderita yang dinyatakan positif, saya pikir lebih baik mulai berhati-hati. Paling deg-degan ketika awal bulan Februari ada kegiatan di Jakarta yang harus dihadiri. Dan ketika itu harus menginap di hotel. Duh, beberapa tindakan preventif sudah saya lakukan. Kesannya mungkin lebay, tapi biar aja deh dikatain lebay. Yang penting sehat, toh, tidak menyusahkan orang lain.



Dan ketika mulai bermunculan penderita yang dinyatakan positif covid-19, saya merasa khawatir sekali. Ya bagaimana tidak khawatir, bahkan negara maju dan tertib seperti Italia saja kondisinya seperti itu, entahlah gimana dengan Indonesia. Tidak perlu ya, saya menceritakan kondisi masyarakat dan negara kita. Sudah sama-sama tahu kan.

12 May 2020

Ramadhan dan Lebaran 2020

Lebaran bukan hanya sekedar perayaan karena telah berhasil berpuasa selama sebulan penuh bagi saya. Ada begitu banyak kenangan tentang Lebaran yang lalu dan banyak pula rencana untuk Lebaran mendatang. Tentu saja sebelum corona datang.



Membicarakan tentang Lebaran, tak kan cukup hanya dalam satu postingan haha terlalu banyak hal yang berkesan, mulai dari ritual mudik ke sana ke mari, bepergian bersama, hingga berkumpul bersama keluarga besar. Semuanya terangkum sangat manis dalam momen Lebaran.

1 May 2020

3 Cara Meningkatkan Kepercayaan Diri Anak Agar Terhindar Dari Bullying

Beberapa waktu lalu, saya bertemu dengan seorang sahabat, yang kebetulan memang ada keperluan. Tumben sekali sahabat saya ini datang terlambat dari waktu janjian kami. Dia pun bercerita kalau sebelum menemui saya, dia ke sekolah anaknya menemui wali kelas, untuk membicarakan tentang anaknya yang menjadi korban bullying.



Ceritanya tentang bullying membuat saya kaget. Bagaimana tidak, anaknya bersekolah di sekolah yang cukup bergengsi di kota Semarang. Pun sekolah tersebut berbasis agama. Si anak tidak mau menceritakan apa dan bagaimana bullying yang dia alami. Apakah bullying yang dialaminya verbal bullying atau sudah mengarah ke arah kekerasan fisik. Tapi dampak ke anak tersebut, dia tidak mau sekolah, dan kalau toh dia sekolah, dia mau bawa pisau katanya. Hiks, duh, sedih dan ngeri banget dengarnya. Fyi, anak sahabat saya ini, secara fisik memang kurus dan sifatnya pendiam. Dia cuma punya 2 orang teman yang dekat. Ciri-ciri anak korban bully sepanjang pengetahuan saya, memang anak yang secara fisik kecil, dan memiliki sifat pendiam/introvert. Karena para pembully akan merasa aman karena korban diam saja jika dibully.

19 Apr 2020

Bersilahturahmi, Keinginan Terbesar Setelah Corona Berlalu

Apa kabarmu, temans? Semoga semua baik ya. Aamiin. Pandemik covid-19 ini memang luar biasa sekali imbasnya ke masyarakat. Tapi, bagi kita yang bisa tetap di rumah, saya harap tetap di rumah ya. Untuk memutus mata rantai penyebaran lebih luas.

Kakak bikin Hape


Saat ini sudah hampir sebulan saya di rumah. Work from home istilah kerennya hehe. Sebagai ibu bekerja bisa menghabiskan waktu bersama anak-anak itu langka banget. Karena itulah walau repot, karena gak mungkin kan di rumah kerja aja. Tetep aja anak-anak minta perhatian karena ibunya di rumah. Suami masih bekerja 2-3 kali dalam seminggu karena kantornya merupakan kantor pelayanan. Jadi gak memungkinkan full WFH walau sudah ada aplikasi yang bisa digunakan klien.

30 Mar 2020

Bagaimana cara menghasilkan uang dari blog?

Bagaimana cara menghasilkan uang dari blog?

Beberapa kali saya mendapatkan pertanyaan seperti di atas. Intinya bagaimana kok dari ngeblog bisa menghasilkan uang? Jujur saja, saya bingung untuk menjawab pertanyaan sejenis itu. Dan kalau diceritakan awal saya ngeblog seperti apa akan sangat panjang dan lebar ceritanya haha. Saya yakin si penanya bakalan bosan. Lagipula ‘karir’ ngeblog saya gak fantastis banget kok. Cuma gitu-gitu aja tapi alhamdulillah ada aja job. Jadi, untuk menjawab pertanyaan sejenis seperti di atas, sekalian saja saya buat blogpost-nya ya, nanti kalau ada yang tanya tinggal saya sodorin link post ini wkwk.



Jadi begini, di awal saya ngeblog sama sekali gak tahu kalau blog itu bisa menghasilkan uang. Saya ngeblog ya cuma buat ‘pelarian’ dari rutinitas kerja di kantor dan kebosanan di rumah. Intinya hidup saya sedang jenuh-jenuhnya. Masalahnya saat itu saya masih jomblo akut wkwk. Iseng saya mulai bikin blog. Lama-lama saya tertarik buat otak-atik template walau terus jadi galau sama tampilan mulu. Akhirnya, karena paham gak gape bikin template blog, saya pasrah saja dan serahkan ke ahlinya. Jadilah template yang sekarang ini dan sejak beberapa tahun lalu, sama sekali saya tidak berkeinginan mengganti lagi. Takut kalau galau lagi.

12 Jun 2017

Ngomong Boso Jowo. Angel Pol!

Tema tentang masa kecil ini dicetuskan oleh mbak Nia dan Mbak Anjar. Kalau ngomongin masa kecil gak ada habisnya ya. Terlalu banyak yang pengalaman dari yang unyu hingga munyuk alias memang unyuk haha. Kali ini saya ingin menceritakan tentang pengalaman pindah.


Pernah pindah beda provinsi ketika masih kecil, temans? Jadi anak pindahan itu gak enak lo, penyesuaiannya butuh waktu cukup lama, tapi kalau diinget sekarang, seru banget jaman itu ya haha. Saat lulus sekolah dasar, tetiba orang tua mengajak ke tanah Jawa. Dan ternyata kami boyongan saudara-saudara. Iya, pindahan. Apa yang ada dalam pikiran anak usia 12 tahun ketika itu? “Duh, aq belum ketemu teman-teman, mereka tau gak ya aq dimana, atau gimana cara kontak sama mereka lagi”.Iya, dulu orang punya telpon rumah saja sudah mewah banget. Plis, ya, jangan tanya tahun berapa wkwk

Seperti ngimpi rasanya, tiba-tiba kami sudah mendarat saja di Pelabuhan Tanjung Mas, Semarang. Masih bingung dengan kondisi saat itu, mobil yang kami tumpangi menuju ke daerah Boyolali. Iya, dari kota Pontianak, kalimantan Barat saya sekeluarga pindah ke Boyolali. Semua tampak berbeda, mulai dari cuaca sampai orangnya. Cuaca di Boyolali cenderung dingin, ini nih yang buat kita sering masuk angin. Dan orang-orangnya cenderung seragam, hampir semua dari suku Jawa, sedangkan di Pontianak, semua suku tumplek blek.