Social Icons

5 Sep 2015

Golput: Kisah Air dan Minyak

Sebuah kisah di suatu negeri antah-berantah. Negeri tersebut sedang mengalami keterpurukan ekonomi yang cukup gawat. Saking gawatnya keadaan negeri itu, maka pimpinan negeri meminta bantuan pada rakyatnya. Bantuannya bukan hal yang memberatkan, seperti menyumbang emas atau benda berharga lain. Mereka hanya meminta rakyat untuk menyumbang satu sendok minyak goreng.

Pimpinan negeri itu memang tidak ingin menyusahkan rakyat yang memang sudah susah. Lagipula menurut perhitungan ahli ekonomi negeri tersebut jika masing-masing warga menyumbang satu sendok minyak. Maka minyak yang terkumpul sudah cukup banyak dan bisa dipakai untuk memperbaiki keadaan ekonomi negeri. Minyak tersebut rencananya akan dijual ke negeri tetangga. Dan uang hasil penjualannya digunakan untuk kepentingan negeri.


Kemudian diumumkan kepada rakyat seluruh negeri untuk berpartisipasi dalam kegiatan tersebut. Waktu dan tempat sudah ditentukan. Pengumpulan minyak dipusatkan di alun-alun negeri dan berlangsung selama satu hari penuh di tanggal tertentu. Pada waktu yang telah ditentukan, di siang hari tidak tampak satu pun orang di alun-alun. Hingga petugas yang berkewajiban menjaga merasa was-was, jangan-jangan rakyat tidak ada yang berkenan menyumbang sesendok minyak. Tetapi, rasa was-was berganti senyum bahagia, ketika setelah magrib hingga menjelang tengah malam, rakyat berduyun-duyun menuju alun-alun dengan membawa bungkusan kecil.

Keesokan harinya, ketika petugas dan para pemimpin negeri mengecek minyak goreng hasil sumbangan rakyat, mereka terkejut karena drum-drum yang disediakan untuk minyak ternyata berisi air semua. Kemudian dikumpulkanlah seluruh rakyat di alun-alun tersebut. Rakyat sangat malu begitu tahu tidak ada seorang pun yang menyumbang minyak. Dan apa alasan mereka?

Masing-masing dari mereka beranggapan bahwa yang lainnya akan menyumbang minyak, jadi tidak ada masalah kalau mereka hanya menyumbang air.
—–000—–
Kisah di atas adalah salah satu kisah yang pernah saya baca di sebuah tabloid, hanya saja saya lupa kisah tersebut terjemahan dari cerita mana.Sangat menarik sekali bukan kisah di atas?

Dan saya memang sengaja menghubungkan dengan Golput atau golongan putih. Golput ini bisa berarti tidak memilih salah satu dari wakil rakyat di Pemilu (pemilihan umum) atau Pilkada (pemilihan kepala daerah). Hal ini dipicu dari beberapa status teman-teman yang kebetulan di daerahnya ada pilihan calon Gubernur beberapa hari lalu. Banyak diantara mereka yamg menulis status di social media, kalau mereka memilih golput saja, karena tidak ada calon gubernur yang benar-benar baik menurut mereka.

Katanya, demokrasi itu pesta rakyat; katanya, suara rakyat itu suara Tuhan dan katanya lagi nih, demokrasi seperti ini yang diinginkan ketika dulu demo selama berhari-hari. Mengapa ketika kita tinggal memilih malah meninggalkan kewajiban begitu saja.

Jika semua berpikir bukankah sudah ada yang lain untuk ikut dalam pemilihan tersebut? Bagaimana jika tidak ada satu pun warga yang berpartisipasi dalam pemilihan? Apakah hal tersebut tidak memalukan bagi negara ini.
Jika kita berpikir tidak ada wakil yang pas untuk dipilih, tetaplah memilih yang terbaik dari dari mereka menurut versi Anda. Daripada Anda tidak memilih, tetapi ketika ada yang terpilih dan melakukan tindakan yang menurut Anda kurang pantas, kemudian dengan enteng Anda akan berkata, Siapa tuh yang milih dulu. Saya kan golput.

Idih, kok bangga banget sih golput. Golput itu hanya untuk orang pengecut. Yang gak berani memilih dengan berbagai alasan. Dan ujung-ujungnya paling mentok menyalahkan pemerintah yang dianggap gak becus. Tinggal nyoblos aja gak becus, kok menyalahkan orang lain.

So, setelah ini jangan ada yang golput lagi ya. Mari kita pilih pimpinan negara ini dengan tangan kita sendiri. Dan kita bantu membangun negeri ini menuju ke arah yang lebih baik.

Indonesia Jaya. Bersama kita bisa.

1 comment:

  1. sebagai warga negara yang baik sebaiknya memang kita ikut memilih dan jangan golput

    ReplyDelete

Terima kasih sudah meninggalkan komentar ^_^