Social Icons

27 Jan 2013

Giveaway Senangnya Hatiku: Master of Humor



launching blog www.amazzet.com - giveaway senangnya hatiku


Melanjutkan studi ke jenjang yang lebih tinggi memang impian saya sejak lulus sarjana beberapa tahun yang lalu (gak mau nyebut tahun, ketahuan tua ntar hahaha). Sebenarnya saat itu Mami juga sudah setuju saya langsung melanjutkan studi. Hanya saja pertimbangan saya, saya ingin bekerja dulu dan membiayai sendiri kuliah saya. Intinya saya tidak ingin merepotkan orang tua lagi mengingat masih ada dua orang adik yang juga membutuhkan biaya sekolah. Lagipula bila saya sudah bekerja, saya jadi tahu harus ambil jurusan apa yang bisa mendukung karir saya di tempat kerja kelak. Misalnya, saya keterima bekerja di bank, otomatis saya mengambil jurusan yang berhubungan dengan perbankan bukan malah ambil jurusan pendidikan *contohnya ngawur ya.

Dengan pertimbangan-pertimbangan tersebut, saya mantap untuk tidak melanjutkan ke magister. Alhamdulillah, tidak perlu menunggu lama, saya mendapatkan pekerjaan di salah satu instansi pemerintah yang bergerak dalam bidang pendidikan. Setelah bekerja di kantor, pola pikir saya dulu yang beranggapan bahwa melanjutkan studi untuk peningkatan karir, sedikit demi sedikit berubah. Karena kalau tujuan saya adalah karir dan jabatan, ah rasanya kok sayang banget gitu. Saya ingin ilmu yang saya punya bisa bermanfaat untuk orang lain *idealis.com. Setelah saya rasa tabungan sudah cukup memadai, saya mengajukan ijin belajar ke atasan di kantor. Dan saya mendapat bantuan dana pendidikan dari kantor untuk biaya kuliah, yipieee. Gak seratus persen sih tapi itu saja sudah alhamdulillah banget.

Singkat cerita, saya akhirnya kuliah lagi dan mendapatkan sahabat-sahabat baru yang baik. Senang banget deh kuliah lagi, kayaknya kalau berangkat kuliah itu malah refreshing gitu hahaha. Oh ya, saya kuliah setelah jam kantor lo, tetapi ketika itu bawaannya semangat banget deh, padahal capek juga karena kadang kuliah sampai jam 9 malam.

Banyak yang bilang, kuliah sambil bekerja itu gak gampang. Hiks...siapa pun yang mengatakan hal tersebut, itu bener banget. Ketika masih ada mata kuliah, saya masih bisa mengikuti, walau pun tugas berjibun, masih sanggup membuat dan mengumpulkan tepat waktu. Tetapi ketika sudah tidak ada mata kuliah, dan tinggal membuat tesis, waduh..keteteran bener.

Banyak sekali alasan ya, alasan teratas ya males. Yup, bener banget males, males harus buka buku lagi, males baca teori yang bikin kepala cenat-cenut, males harus mikir ketika sore badan sudah capek setelah bekerja, masih harus buka buku lagi padahal tumpukan seterika di depan mata. Sifat males ini sedemikian merajalela. Hingga pertengahan tahun 2012, teman-teman yang juga belum lulus janjian mau kumpul-kumpul, di saat itu kita bertekad untuk segera menyelesaikan tesis bareng-bareng.

Dan ternyata dengan dukungan dari teman-teman, saya bisa konsisten mulai membuka buku lagi dan sekuat tenaga menyelesaikan tesis. Saat itu saya berfikir, kalau gak lulus sekarang, saya bakal tambah loyo lagi. Ketika tekad dan semangat sudah terkumpul, kendala paling berat adalah pekerjaan. Apalagi pekerjaan saya mengharuskan ke luar kota dalam frekuensi yang cukup sering. Saya sempat kebingungan, karena bagaimana pun pekerjaan itu adalah tanggung jawab saya. Tidak mungkin kan saya cuekin.  

Setelah meminta pertimbangan teman dekat di kantor dan diskusi dengan atasan. Atasan meminta saya menyelesaikan pekerjaan yang tersisa, kemudian ambil cuti saja sebelum pekerjaan baru datang. Alhamdulillah semua berjalan lancar, pekerjaan selesai dan saya bisa ambil cuti. Selama cuti, kegiatan saya hanya membaca, menulis, ke perpustakaan dan bimbingan ke dosen. Gak mungkinlah ya, tesis bisa kelar selama 2 minggu itu, tetapi paling tidak saya sudah mendapatkan teori-teori yang saya butuhkan tinggal pengembangannya sekalian menunggu revisi dari pembimbing.

Akhirnya, awal Desember saya bisa mengikuti ujian tesis dan dinyatakan lulus. Alhamdulillah senang banget setelah jungkir balik bisa juga kelar semuanya. Dan yang lebih membahagiakan, ketika mengabarkan kepada suami dan orang tua kalau saya sudah lulus, mereka kelihatan lebih senang daripada saya haha.

Tanggal 22 Januari 2013, saya dan 6 orang teman resmi mendapatkan gelar Master of Humaniora. 




Artikel ini diikutsertakan dalam Giveaway Senangnya Hatiku


Ada tips bagi teman-teman yang sudah bekerja dan ingin melanjutkan kuliah lagi

1. Kalau ada tawaran 'ijin belajar' atau 'tugas belajar', mintalah yang tugas belajar, karena menurut pengalaman saya dan beberapa teman sekantor yang lain, sulit sekali bagi pegawai untuk benar-benar bisa berkonsentrasi menyelesaikan kuliah ketika masih bekerja. Tugas utama kita adalah bekerja, bukan kuliah. Jadi ketika ada pekerjaan, sebagai staf akan sangat sulit untuk menolaknya bukan. Jika surat 'tugas belajar' tidak bisa di dapat maka langsung saja ke poin kedua.


2. Buat deadline bagi diri sendiri. Mayoritas semua keteteran ketika sudah masuk tahap tesis. Pekerjaan yang menumpuk, bagi yang sudah berkeluarga tentu masih harus mengurusi rumah, dll. Kita harus membuat deadline untuk kepentingan kita, misalnya bulan ini mencari literatur untuk tesis, lengkap dengan catatan-catatan penting. Bulan depan sudah harus selesai bab 1 dan mulai bimbingan, bulan berikutnya revisi bab 1 dan sudah membuat bab 2 dan seterusnya. Jika tidak menetapkan deadline, yakin deh gak bakal selesai-selesai tesisnya (pengalaman pribadi).

Semoga bermanfaat ya ^_^

40 comments:

  1. Salut Mba Esti. Selamat ya atas wisuda dan gelar S2nya. Semoga sukses giveawaynya.
    Pasti membutuhkan determinasi yang kuat untuk bisa bekerja sambil sekolah ya Mba..

    ReplyDelete
    Replies
    1. Makasi Mas :)
      Kuat sih gak, yang penting gak males aja hehe

      Delete
  2. Wah..., pada 22 Januari kemarin to, Mbak, selamat ya, Mbak. Semoga ilmunya bermanfaat untuk diri, keluarga, dan sesama. Maka, secara resmi artikel tersebut saya nyatakan TERDAFTAR.

    Meski demikian, supaya saya dengan yang lain, mohon di bawah artikel ditulis dan dipasang link hidup sesuai dengan ketentuan. Makasih banyak ya, Mbak. Salam hangat dari Jogja.

    ReplyDelete
  3. waahhh... es dua..
    keren mbak, saya juga pengen banget ngambil S2
    :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. Duaaaa...*ayu ting tong mode on
      Auk lah segera :)

      Delete
  4. Wah hebat mba. Waktu aku kerja dulu ada temen satu bagianku yang juga sembari ambil S2 dan keliatan banget pusingnya. Harus ngerjain tugas, kerja, dll. Salut banget makanya sama yang masih semangat sekolah lagi.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Qiqiqi..asal gak males aja deh Mbak
      Masalahnya saya malesan sich :(

      Delete
  5. Selamat ya mbak Esti... mantap niih... semoga bisa meraih harapan selanjutnya... :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Makasi Bundaaa
      Aamiin..minta doanya ya Bunda, murah rejeki anak seperti Bunda :)

      Delete
  6. waaaa S2 ?? hebat hebat .. sukses terus ya mbak

    ReplyDelete
  7. Selamat mbak... :)
    Salam kenal ya

    ReplyDelete
  8. waw.... selamaaat ya mbaaaakkk :D

    ReplyDelete
  9. master.... so kereeeeen./...
    btw sarannya mantabbbb tuh :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. Gak keren2 bgt kok :P
      Itu berdasarkan pengalaman kok hehe

      Delete
  10. Banyak sekali alasan ya, alasan teratas ya males.
    hahahha sepertinya semua orang memilikinya... termasuk saya :))

    ReplyDelete
  11. baca postingan ini jadi smangat mau lanjutin kuliah lagi...

    ReplyDelete
  12. S2. Master of Humaniora. :)

    Selamat ya Mbak....

    ReplyDelete
  13. Wah...
    Selamat atas wisuda nya yah Esti..
    Pastinya sulit lah bagi waktu antara kuliah ama kerja...
    Belum lagi rasa males...hihihi...

    Aku bagi waktu antara anak anak ama drama korea aja susah banget lho..
    *alesan cetek*..hihihi...

    ReplyDelete
    Replies
    1. Makasiii Bi'
      Hahaha drama korea emang susah ditolak Bi'

      Delete
  14. Ini menarik juga kalau saya lihat karena yang namanya bekerja di sebuah kantor atau apapun memang sebaiknya yang sesuai dengan bidang yang kita kuasai. Misalnya melamar dibidang akuntan mungkin lebih ideal jika latar belakang kita sebagai pelamar adalah dari jurusan Akuntasi. Namun pengalaman menunjukkan tidak harus selalu begitu.

    Di media saya banyak wartawan senior yang sama sekali latar belakangnya tidak jurnalistik. Bahkan ada yang S1 nya dari jurusan pertanian, kehutanan dan lain sebagainya. Istilahnya "lompat pagar"

    ReplyDelete
    Replies
    1. Tidak hanya wartawan kok Pak
      Tapi disemua lini pekerjaan ada yang seperti itu
      Memang idealnya ya yg sesuai, tetapi semua tergantung rejeki juga kalo menurut saya

      Delete
  15. kereeeeeennnn... S1 aja kmrn aku empot2an mba, belajarnya sih suka, cuma bagi waktunya itu yg sulit *nyengir*.

    Selamat ya mba udah S2 ;)

    ReplyDelete
  16. Waa congrats yaa mbaa..
    pengalaman s2 saya? hmm ambil sabtu minggu sambil kerja dan lagi hamil lagi pas tesis wekekek untung wisudah udh lahiran
    rasanya ngga usah diceritain lah ya qiqiqi

    ReplyDelete
    Replies
    1. waduh..kebayang repotnya mbak :) *langsung berasa pegel2

      Delete
  17. Dirimu PNS di mana mbak? Btw template blognya baru ya?

    ReplyDelete
    Replies
    1. Kasih tahu gak yaaa....hehe
      Iya ini baruuuuuuuuuu

      Delete
  18. Ndherek bingah Jeng Esti tuk pencapaian Mag Hum, jerih payah dan usaha keras tidaklah sia-sia. Mumpung masih semangat kebul-kebul nambah sedikit lagi Jeng, ini kan saat2 pendaftaran jenjang berikutnya. Salam

    ReplyDelete
    Replies
    1. Makasi Bu Prih...hehe gak dulu Bu
      istirahat dulu :)

      Delete

Terima kasih sudah meninggalkan komentar ^_^