BASIC NARRATIVE SCHEME
PADA DRAMA ‘HAMLET’
PENDAHULUAN
Semiotik teori berawal dari dinding
individu tentang arti yang disebut tanda-tanda, dan semantik, adalah cara
dimana tanda-tanda dikombinasikan ke dalam kode-kode untuk mengirimkan
pesan-pesan. Ini adalah bagian dari sistem komunikasi umum menggunakan elemen
verbal dan non-verbal, dan menciptakan sebuah wacana dengan cara dan bentuk
yang berbeda. Dalam On Realism in Art,
Roman Jakobson berpendapat bahwa kesusastraan tidak berada sebagai kesatuan
yang terpisah. Beliau dan banyak ahli semiotik lainnya lebih cenderung
menyatakan bahwasemua teks, baik yang lisan maupun tulisan, adalah sama,
kecuali bahwa beberapa penulis menulis teks mereka dalam bentuk sandidengan
kualitas kesastraan yang berbeda yang membedakan mereka dari bentuk yang lain dalam
teks cerita.
Salah satu unsur dari
sebuah teks adalah narasi (gaya cerita). Sebuah narasi adalah sebuah cerita
yang diciptakan dalam sebuah format yang konstruktif (lisan, tulisan, puisi,
prosa, gambar, lagu, teater atau tarian) yang menjelaskan rangkaian even-even
yang fiksi maupun non-fiksi. Narasi berasal dari bahasa latin, dari kata narrare, yang berarti ‘bercerita’. Kata
‘cerita’ mungkin digunakan sebagai sinonik dari narasi, tetapi juga bisa
dipakai untuk mengganti rangkaian suatu kejadian yang dijelaskan dalam narasi.
Sebuah narasi dapat pula diceritakan oleh karakter yang terdapat dalam narasi
tersebut.