Social Icons

2 Dec 2012

How I Met Your Mother

"Jangan memakai standar orang lain pada diri kita"

Itu yang saya katakan pada seorang sahabat ketika ia bercerita tentang omongan orang lain mengenai acara pernikahannya yang dinilai kurang ini dan itu.

-----000-----

Si Bibi Titi Teliti emang jago kalau mencari judul postingan. Bikin penasaran gitu. Termasuk judul postingan How I Met Your Mother. Awalnya saya berpikir kalau postingan ini menceritakan kisah Abah yang ketemu sama si Bibi atau adegan-adegan lain yang romantis menurut imajinasi liar saya hihihi. Ternyata ini salah satu judul film (atau sinetron ya tepatnya) sitkom (situasi komedi) *tepok jidat.

Menurut analisis saya (nggaya.com), isi dari postingan ini sebenarnya menceritakan tentang Kayla yang sakit. Saya juga bingung apa hubungannya juga dengan si judul itu. Tapi kok ya saya dengan sangat antusias membaca postingan ini dan luar biasanya lagi dengan mudah memaafkan tambahan tulisan tentang sinetron yang jelas-jelas gak nyambung dengan inti dari postingan itu hahaha. 

Kalimat-kalimat di bawah foto ini menurut saya adalah moral of the story dari postingan si Bibi. 


Kejadian Kayla sakit kemarin, telah membuat gue jadi mulai memikirkan banyak hal, tentang hidup ini.
Gue merasa, terkadang gue suka merasa terburu buru dan gak sabaran. Entah apa yang gue cari, entah apa yang gue kejar. Kadang gue sering membatin dalam hati, duh, pengen anak anak cepet gede supaya gue bisa leluasa melakukan ini itu atau, ehm ..pengen cicilan rumah cepet lunas supaya gue bisa begini,pengen ini cepet tuntas supaya gue bisa begitu
Gue seakan akan berlari mengejar sesuatu, entah apapun itu, entah kemana, dan ketika sampai tujuan which is akhir hidup kita ya udah gitu deh *apaan sih?*
Terkadang gue lupa bahwa terkadang kita harus berhenti sejenak, melihat sekeliling dan mengucap syukur atas semuanya….
Terkadang gue lupa bahwa hidup ini adalah perjalanan. Dan perjalanan itu harus dinikmati
-----000-----
Membaca kalimat-kalimat tersebut, saya seperti tertohok dalam sekali *sampai meringis. Saya pun sering lupa untuk bersyukur dengan apa-apa yang saya punya, Dan hendak mengejar ini dan itu. Membaca postingan ini mengingatkan saya, di awal tahun ini banyak sekali rencana-rencana yang saya buat dan beberapa memang seakan memburu atau mengejar sesuatu. Padahal sudah banyak sekali yang telah Allah Swt berikan kepada saya hingga detik ini.

Terburu-buru dan tidak sabaran, apalagi ketika saya merasa bahwa 'sebenarnya' saya pantas untuk mendapatkan apa yang saya inginkan. Bahkan terkadang saya membandingkan orang lain yang telah mendapatkannya lebih dulu daripada saya. "Ah, sepertinya saya lebih pantas daripada ia", itu yang ada dalam benak saya. Astaghfirullah.

Saya memang tidak memakai standar orang lain untuk diri saya, tetapi yang lebih parah, saya memaksakan 'standar Allah Swt' agar sesuai dengan standar saya. Ih betapa tidak tahu dirinya saya ini. Jika memang saya belum pantas mendapatkan 'sesuatu' maka seharusnya saya berusaha 'memantaskan' diri di hadapan Allah untuk mendapat ridho-Nya atas apa yang saya inginkan.

Dan tentu saja, sambil menikmati perjalanan hidup ini ^_^

Tulisan ini diikutsertakan pada Bibi Titi Teliti Korean's Giveaway

67 comments:

  1. berusaha 'memantaskan' diri di hadapan Allah <<== nice quote, tapi berat siiih melaksanakannya

    ReplyDelete
    Replies
    1. Sangat berat Mbak, karena itu jangan berputus asa *ini ditujukan untuk diri sendiri

      Delete
  2. Sepakat mba, jeda itu perlu, berhenti sejenak itu harus, biar hidup lebih ternikmati ;)

    Gudlak ngontesnya yaa... saingan nih kita hihihihi

    ReplyDelete
  3. Perasaan seperti itu manusiwai jeng, namun jangan sampai berlarut-larut. Kita suka melihat orang lain dari gebyar luarnya.
    Kita sering disibukkan dengan menghitung keburukan orang lain dan lupa menginventarisir kekurangan kita. Kita juga lebih asyik menghitung-hitung apa-apa yang belum kita punya dan lupa menyukuri betapa nyamannya hidup ini ketika oksigen yang kita hirup itu gratis.

    Betapa sulitnya jika Tuhan menghadapkan lubang hidung kita keatas, tentu butuh penutup hidung jika hujan tiba atau ketika akan mandi.

    Kita juga sibuk memilih pakaian terbaik ketika akan kondangan, tetapi manakala akan menghadap Sang Maha Pengasih kita cukup gunakan t-shirt bertuliskan " Kecap Cap Glatik " ha ha ha ha

    Mari kita syukuri nikmat Tuhan tanpa melupakan usaha keras da doa.

    Semoga berjaya dalam GA, bersama saya (kepedeen.com)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya Dhe, bersyukur tanpa melupakan usaha dan doa

      Aamiin. Pede itu penting Dhe :)

      Delete
  4. Replies
    1. Semoga berkenan mbak..makasi udah mampir :)

      Delete
  5. 'Jangan memakai standar orang lain pd diri kita'....huweee, ngena banget dah mba...

    smoga berjaya di GA'nya bibi... :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya Mbak, pengingat utk diri sendiri juga, spy gak selalu mikirin omongan orang lain :)

      Makasi

      Delete
  6. Sama seperti kepada anak-anak kita. Jangan bandingkan anak kita dengan anak orang lain.

    Smg sukses dengan GAnya.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya Bun, makasi untuk pengingatnya
      Semoga kelak saya tidak membanding-bandingkan anak2 saya :)

      Delete
  7. betah baca renungannya jeng...terus terang hmpr semua keegoisanmu spt berkaca pada kelakuan mimi..duh malunya. tapi bnr kata bibi Erry yg hebad...hidup adalah sebuah perjalanan..kdg menanjak kdg menurun, kdg mulus kdg bergelombang...tinggal kitanya yg harus berhati2...

    oce cyiin..moga sukses dan lucky itu milik kita yaa hehe

    ReplyDelete
    Replies
    1. Ih sama ya Mi
      Berarti gak cuma Esti aja
      Aamiin..mudah2an dpt hadiah kita Mi hehe

      Delete
  8. Hai Esti :)
    Makasih banyak karena udah ikutan GA ku yaaaah :)

    dan sungguh aku merasa tersanjung karena Esti bisa bikin postingan penuh perenungan yang keren abis ini, hanya berdasarkan post aku yang jujur aja..ehm...emang rada2 gak jelas ujung pangkal nya...hihihi...

    dari Kayla sakit, jadi sitkom paporitku...hihihi...

    Dan sukaaaaa banget ama quote nya itu...
    kalo belum dapet, berarti belum 'pantes' di mata Allah :)
    pencerahan banget untuk aku :)

    Sudah aku catat sebagai peserta yaaaa :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Makasi Bi'
      Ini lebih buat diriku sendiri kok Bi

      *baca mantra supaya menang hihihi

      Delete
  9. Si Bibi itu emang menarik untuk di bahas ya Mbak Esti..Aku juga barusan daftar hehehe..Insya Allah kita sama2 berjaya di kontes ini..

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya Bu Evi, menarik banget si Bibi
      Aamiin..semoga kita menang ya Bu

      Saya ke rumah Bu Evi ah *liat postingan pesaing hehe

      Delete
  10. analisanya Esti kenaaa banget untuk kita semua, bikin merenung
    good luck ya.., salah satu yang kujagokan deh

    ReplyDelete
    Replies
    1. Itu ungkapan hati Bu Mon
      Makasi ya Bu Monda :)

      Delete
  11. ngena banget nih! mantap, sayapun langsung tertohok...
    makasih ya, sangat menginspirasi. :)
    Semoga sukses untuk GAnya.. Aamiin :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hehehe maaf ya kalo ikutan tertohok
      Makasi juga sudah mampir
      Aamiin

      Delete
  12. dan ungkapan juara adalah ... yuk berhenti sejenak ^_^

    ReplyDelete
  13. Terharu sekali Mba Esti baca postingannya.
    memang ya si Bibi, judulnya apaaa, isinya apaa.. Hehehe
    Tapi meskipun begitu, isinya kadang mengena sekali tanpa ada kesan mneggurui dan memberikan banyak sekali pelajaran untuk kita yang membaca..

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya Mas
      Krn si Bibi bahasanya santai dan mengalir
      Jadi kita gak merasa digurui

      Delete
  14. walaupun belum dapat yang kita mau tetap bersyukur ya mbak.
    hari ini kita kejar setoran lagi mbak? :)

    ReplyDelete
  15. ilmu penting niy buat aq yg masih single.. bener juga sih,, aq juga sering terburu-buru *buru-buru nikah * eh *kayak mau ngejar angkot

    salam kenal bunda esti.. tinggalin jejak ya http://www.hobby-makan.blogspot.com/
    ^^

    ReplyDelete
    Replies
    1. Gak cuma yang sudah menikah lo, yang single juga jangan terburu-buru

      Iya habis ini kesono :)

      Delete
  16. Betul, banyak bersyukur akan meringankan beban yah :p

    Gutlak GA nya :)

    ReplyDelete
  17. dalam setiap impian itu ada sebuah proses yang harus dijalani mbak.. Dan kadang proses itu berliku. Bukan maksud Tuhan sih membuat rumit Hamba-NYA, tapi menurut saya supaya saat impian itu tergapai kita akan bisa menikmatinya dengan nikmat sangat. Andai saja impian itu urung tergapai, setidaknya kita telah belajar dari proses itu untuk lebih baik lagi menggapai impian-impian yang lain

    ReplyDelete
    Replies
    1. Menikmati perjalanan menggapai mimpi2 itu ya Mas :)

      Delete
  18. renungan terakhirnya nancep banget deh mba.. :( makasih udah diingetin.. :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. Duh, kalo nancep jangan dalam2 ya, sakit ntar hehe
      Sama2 Mbak :)

      Delete
  19. wah, lagi ikutan Giveaway ya sob?
    moga menang ya..

    skalian aja sob ikutan Giveaway punyaku jg ya, aku jg gi bikin GA loh..
    mampir ya
    :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya Mas

      Sudah kesana tapi belum meninggalkan jejak

      InsyaAllah ikutan :)

      Delete
  20. saya mah kagum sama Bibi Titi ini... suka sekali baca tulisan beliau... semoga menang Giveawaynya.. sukses selalu..

    ReplyDelete
  21. Nah disitulah pentingnya belajar dan bersosialisasi maka akan tau standard dan parameter yang benar dan tepat. Standard yang diberikan Allah tidaklah berat dan memberatkan bagi orang yang ikhlas dan bertawakal, karena sudah disesuaikan dengan kadar kemampuan manusia.

    Sukses ya mbak Esti

    ReplyDelete
    Replies
    1. Yup ikhlas dan tawakali itu yang penting ya Mas
      Sip deh

      SUkses juga buat Anda

      Delete
  22. Semoga menang di kuisnya bi erry, ya mba...
    salam kenal :)

    ReplyDelete
  23. perasaan yg manusiawi ya.. sy juga spt itu kadang2.. tp bersyukur masih ada aja yg ingetin baik secara langsung atau enggak :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya Mbak, saya juga begitu dan itu manusiawai ya :)

      Delete
  24. wah jeng esti lagi ikuatan GAnya bibi yah moga menang yah mbak esthi Godd luck aza

    ReplyDelete
  25. kalau menang jangan lupa bagi2 heheheh

    ReplyDelete
  26. baru mampir mbak.. :)
    suami saya juga mengatakan hal yang sama ketika saya menyinggung tentang keberhasilan orang lain. buat standart kita sendiri. begitu katanya. malu kan jadinya?

    ReplyDelete
    Replies
    1. Wah, gpp mbak. Berarti kan ada yg mengingatkan :)

      Delete
  27. Kata orang rumput tetangga emang lebih ijo dari rumput rumah kita....Padahal, tetangga pun mengganggapnya demikian *apa sih ini?*

    Utk web header biayanya 150K mbak, lebih lanjut bisa hubungi aku di ask.mayya[at]gmail[dot]com

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hahaha iya ya mbak..mgkn aja tetangga jg mikir begono

      Delete
  28. kalau sampai sekarang saya belum dapat jodoh, berarti saya masih harus terus beljar memantaskan diri untuk mendapatkannya... *to the point :D

    ReplyDelete
  29. nahh pas banged tuu :)
    mungkin kita terlalu mendunia hingga lupa cara menikmati dunia..
    berenti sebentar dan lalu mensyukuri apapun keadaan kita saat itu yg terpenting ;)
    makasii pengingatnya iia ;)

    ReplyDelete
  30. namun jeda'a jangan lama2 ya mba, soalnya nanti keburu terlena :)

    ReplyDelete
  31. KADANG Kita perlu berhent sejenak, melhat sekelilng dan dengan demikian hawa syujur akan mnegalir sejuk ke segenap ruangan di rongga dada....:)

    ReplyDelete
  32. Psst... Mbak, tulisan Mbak Erry memang sering kali melenceng dari judul. Tapi justru itulah kekuatannya. Ternyata tulisannya tetap membuat kita tertarik untuk membacanya hingga akhir. *Ngegosip :D

    ReplyDelete
  33. luar biasa sekali blog ini.. jd terus penasaran update.. :D

    ReplyDelete
  34. senang berkunjung ke blog mbak Esti.
    saya baru mulai membangun blog mbak,
    kalo sempat mampir juga ya :)
    salam kenal
    Heri Purnomo

    ReplyDelete

Terima kasih sudah meninggalkan komentar ^_^