Social Icons

5 Jul 2012

Sunat dan Playstation

Kemarin seorang teman, namanya Mas Amat, ke kantor membawa anak lelakinya si hasan. Sebenarbya sih Mas Amat cuma mampir ajake kentor ambil berkas karena ia mau tugas ke luar kota.

Sebagai tante cantik (dilarang protes), saya kan harus beramah-tamah ya dengan keponakan, betul?


Tante cantik : "Eh Hasan libur ya?" (udah tahu kok nanya, gitu kali ya mikirnya Hasan)


Yang jawab malah bapaknya


Mas Amat : "Iya, sebenarnya mau kesekolah juga setelah ini....."


Tante cantik : "Kok di dalam ruangan pake topi , San?" (ih cerewet banget ni tante cantik, pikirnya Hasan)


Lagi-lagi bapaknya yang jawab (gimana sih mas, akyu kan mau tebar pesona ke cowok kecil, brondong banget gitu)


Mas AMat : "Rambutnya gondrong tu, disuruh potong, jawabnya 'minta ke Ceria' (toko mainan)"


Belum sempet nimpali, Mas Amat ngomong lagi


Mas Amat : "Ya kujawab, gak usah potong aja, disuruh sunat (Hasan dah kelas 2), jawabannya minta playstation,. Ku jawab lagi, gak usah sunat aja."


Waduh, aliran keras juga ni Mas Amat, pikirku, apa karena salah satu anggota JI ya. Jenggot Indah maksudnya hihihhi..


Eh ternyata misuaku waktu kuceritakan kejadian tersebut malah setuju. 


Suami Ganteng : "Itu bagus, orang tua tidak harus selalu menuruti keinginan anak,karena kita juga punya tugasuntuk mendidik anak."


-----oooOooo-----

Hal ini mengingatkan ku pada berita-berita tentang anak-anak yang merokok, ketika orang tua nya diwawancarai, mereka berkata,"Kalau gak dikasi rokok, anaknya ngamuk. Jadi terpaksa dituruti."

Padahal si anak baru berumur 4 tahunan dan bisa  menghabiskan rokok sebanyak satu bungkus per hari. Miris banget dengarnya.

Anak-anak adalah titipan Allah Swt, anugrah terindah yang dititipkan untuk sepasang manusia yang berada dalam ikatan suami-istri, Tugas orang tua untuk menjaga dan memenuhi kebutuhan mereka, ketika mereka masih kecil. Tetapi terkadang mereka terlalu menyayangi dan lupa tugas utamanya yaitu untuk mendidik, agar si anak tahu mana yang benar dan salah menurut norma-norma.

Ada pendapat lain, kawans?

27 comments:

  1. waw,, akupun tidak sanggup sebatang perhari, ini satu bungkus, anak2 lagi yang hisapnya..luar biasa

    ReplyDelete
    Replies
    1. waduh jangan bilang luar biasa mas
      itu mah mengerikan

      Delete
  2. Sayang anak boleh tetapi tetap pada koridor yang benar agar tak membahayakan diri anak.
    Jika belum waktunya naik motor ya jangan dibelikan motor, salah-salah bisa membuat anak nyungsep di selokan atau di penjara.
    Salam hangat dari Surabaya

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya dhe...ngeri deh yakalo liat anak2 kecil bw sepeda motor
      Salam tak kalah hangat dari Semarang :)

      Delete
  3. Oalah tentang rokok? Hahaha....
    Iya, memang perlu konsistensi dalam mendidik anak. Sekali melarang A, tetaplah dilarang, jangan sekali2 disetujui dalam sikon apa pun, :-)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hush...bukan rokok atuh mas
      Ini tentang mendidik anak gitu
      Makasi sudah mampir :)

      Delete
    2. Hahaha,,,, maaf, itu akhirnya ada berita ttg anak 4 tahun merokok, kirain..?? hehe...

      Delete
    3. jiah ketauan kalo baca cuma di endingnya :P

      Delete
  4. Allhamdulillah anakku gak pernah minta belikan playstation :)tapi sudah mintadisunat Insya Allah liburan semester ini mau disunat

    ReplyDelete
  5. kadang memang ngenes liat yang begituan, emang harus dari orang tua yang pandai sebelum punya anak, biar ada bekel nantinya

    ReplyDelete
    Replies
    1. hooo..gtu ya
      wah harus belajar lagi nih, persiapan punya anak :)

      Delete
  6. Hehe dulu adikku pas sunat gak minta macem2.
    Pas udah agak gede baru minta macem2nya doohhh x_x

    ReplyDelete
  7. Wah, saya malah berencana jadi Emak yang keras. Gak sembarangan memanjakan anak. Kalo dari kecil segalanya diturutin, nanti besarnya malah si anak yang repot. Gak terbiasa menghadapi kenyataan bahwa "tidak semua yang dia inginkan harus dia dapatkan saat itu juga".

    ReplyDelete
    Replies
    1. sip sip sip
      tapi jangan terlalu keras juga ya mbak
      ntar malah mbedal(=keluar jalur)

      Delete
  8. Anak itu seperti kertas. Bagaimana dia bersikap, berkelakuan, adalah tergantung yang menulisnya. Jadi orang tua ngga ada sekolahnya, jadi kita hrs mengenali karakter anak kita masing2. Tarik ulur istilahnya... Keras pada waktunya dan mengalah pada waktunya.

    ReplyDelete
    Replies
    1. iya bu..walau belum punya anak
      Tapi saya sampai saat ini 'jadi' anak
      dan memang ortu saya ada saatnya keras, ada saatnya ngalah

      Delete
  9. anak-anak kok dikasi merokok? ada-ada saja. itu orangtuanya bodoh ato kepintaren sih?

    ReplyDelete
  10. Weehh kalau sunat harus beliin ps yoo kasian orang tuanya, semakin di turutin makin di ngelunjak mbak es :D

    ReplyDelete
  11. iya niar, nglunjak dan kurang ajar. disuruh ortu, dikit3 minta imbalan beuh beuh

    ReplyDelete
  12. Betul sekali ...
    namun demikian ... kita sebagai orang tua juga harus hati-hati ...
    siapa tau kemauan kita itu ... justru kemauan yang tidak pada tempatnya ... :)

    salam saya Bu

    ReplyDelete
    Replies
    1. iya ya Om,memaksakan kehendak ke anak juga kurang baik
      terima kasih sudah berbagi

      Delete
  13. Bener banget mbak... Justru ketika anak sudah melakukan hal yang baik baru bisa dapat reward. Bukan dapat hadiah dulu baru juara kan hehehe...

    Tayangan soal anak merokok itu juga aku gak setuju. Orang tua kok mau diatur-atur anak. Apalagi hal yang berbahaya seperti itu.

    ReplyDelete
  14. Aku selalu setuju dengan tidak selalu menuruti kemauan anak. Seorang anak akan tumbuh kembangnya kurang baik jika selalu di turuti. anak itu akan cenderung tidak berfikir kebaikan, malah selalu condong kepada nafsu semata. Maaf komennya agak miring, terinspirasi dari adik tiriku. aku selalu menganggapnya seperti adik kandung tapi, sayangnya jika aku tidak menuruti kemauannya, bpk akan marah dan berkata "kamu kok jahat sama adikmu, kamu gak suka" yah jadinya tak biarin saja dari pada bpk dan ibu ribut gara2 aku gak menuruti kemauan adikku..

    ReplyDelete
    Replies
    1. iya bener banget mbak hafsari
      yang sabar ya mbak sama adik dan ortunya
      terima kasih sudah mampir :)

      Delete

Terima kasih sudah meninggalkan komentar ^_^