Ketika aku baru saja terbentuk, sayup-sayup aku dengar suaramu yang berkata: “Aku minum susu ini ya mas, susu persiapan kehamilan, susu ini mengandung banyak mineral dan vitamin serta asam folat yang sangat penting sebelum dan selama kehamilan, jadi nanti kalau aku hamil anak kita sudah cukup nutrisi dari awal,”.
Oh, engkau pasti sedang bicara dengan bapak, rasanya aku ingin berteriak: “Ibuuuu, aku sudah ada di sini, di dalam rahimmu”.
Dua minggu kemudian engkau baru cek ke dokter, dan dokter pun menyatakan bahwa aku positif berada di dalam dirimu. Aku dengar kau menangis bahagia sambil mengelusku. “Anak kita mas. Alhamdulillah’. Sesaat kemudian aku merasakan tangan lain selain tanganmu yang membelaiku. Oh itu tangan Bapak, tangan yang hangat dan kuat, tidak sabar aku ingin digendong olehnya.
Hari-hari saat aku terus bertumbuh adalah saat-saat yang menyenangkan. Setiap hari selalu ada makanan dan minuman lezat yang kau peruntukkan untukku. “Telur ini baik untukmu nak, selain mengandung 12 vitamin dan mineral, juga protein yang berkualitas yang penting, baik untukmu dan juga ibu, supaya kita sama-sama sehat ya”. Setelah itu engkau mulai menjelaskan banyak hal bahwa telur juga kaya akan kolin, yang secara keseluruhan mendorong pertumbuhanku dan kesehatan otakku, sambil membantu mencegah cacat saraf tabung saraf. Bahkan engkau menjelaskan bahwa kolesterol yang dianggap buruk di dalam telur tidaklah sepenuhnya benar. Ternyata makan lemak jenuh lebih bisa menimbulkan banyak dampak buru pada kolesterol kita daripada makan kolesterol yang ditemukan secara alami dalam makanan. Telur tinggi akan kolesterol, namun juga relatif memiliki kandungan lemak jenuh yang rendah, dengan sekitar satu setengah gram per butirnya. Sehingga wanita sehat dengan kolesterol darah normal dapat mengkonsumsi 1-2 butir telur sehari sebagai bagian dari diet seimbang rendah lemak jenuh. Hmm… begitu ya. Aku juga suka bu, rasanya enak sekali.