Social Icons

18 Nov 2015

Laos, Dulu dan Sekarang

Laos, yang disebut "Negeri Seribu Gajah" memang negara yang tidak begitu populer di wilayah Asia Tenggara. Pertumbuhan ekonomi umumnya terhambat oleh banyaknya penduduk berpendidikan yang pindah ke luar negeri akibat tidak tersedianya lapangan pekerjaan yang memadai. Baru pada akhir tahun 2004, Laos menormalisasi hubungan dagangnya dengan Amerika Serikat, hal ini membuat produsen Laos mendapatkan tarif ekspor yang lebih rendah sehingga merangsang pertumbuhan ekonomi mereka dari sektor ekspor atau impor.

Pertanian masih memengaruhi setengah dari pendapatan nasional dan menyerap 80% dari tenaga kerja yang ada. Ekonomi Laos menerima bantuan dari IMF dan sumber internasional lain serta dari investasi asing baru dalam bidang pemrosesan makanan dan pertambangan, khususnya tembaga dan emas. Pariwisata adalah industri dengan pertumbuhan tercepat di Laos.


Dari data yang saya dapat, Laos memiliki beberapa potensi yang memungkinkan untuk menjalin kerjasama dengan negara-negara lain, khususnya dengan negara ASEAN. 

Laos mempunyai lembah sungai yang subur sehingga banyak menghasilkan tanaman pertanian dan perkebunan, terutama padi, kopi, dan tembakau, memiliki sumber-sumber tambang mineral, seperti timah, tembaga, emas, dan perak, wilayahnya didominasi perbukitan dan pegunungan yang tertutup hutan lebat, sehingga menghasilkan kayu sebagai salah satu komoditasnya.

Dari sini, Laos bisa menjalin kerja sama dengan negara ASEAN lain dalam bidang ekspor impor hasil pertanian,tambang dan kayu. Karena untuk beberapa negara di wilayah ASEAN, sudah banyak sekali lahan pertanian yang disulap menjadi gedung-gedung bertingkat, hutan dibuka untuk dibuat perkebunan. Ini bisa dibidik oleh Laos, untuk mempererat hubungan antar negara sekaligus meningkatkan devisa bagi Laos sendiri.

Potensi sumber daya alam yang ada di Laos belum dapat dimanfaatkan secara optimal untuk disajikan sebagai objek wisata. Oleh karena itu, pemerintah Laos cenderung mengembangkan wisata budayanya. Pada perkembangannya, sejak tahun 1993, pemerintah Laos mencanangkan 21% dari wilayah negara sebagai Area Konservasi Keanekaragaman Hayati Nasional (National Biodiversity Conservation Area atau NBCA), yang mungkin akan dikembangkan menjadi sebuah taman nasional. Bila proyek ini berhasil, maka diperkirakan akan menjadi taman nasional terbaik dan terluas di Asia Tenggara.

Untuk pengembangan dalam bidang pariwisata, Laos bisa menjalin kerjasama dengan negara lain yang sudah lebih matang dalam perencanaan dan pendanaan. Mungkin saja mengijinkan pihak lain untuk berinvestasi di beberapa objek wisata yang potensial dan tentu saja, pembebasan visa untuk wisatawan dari negara-negara ASEAN.

1 comment:

Terima kasih sudah meninggalkan komentar ^_^