Social Icons

1 Nov 2015

Hamlet



 BASIC NARRATIVE SCHEME
PADA DRAMA ‘HAMLET

PENDAHULUAN

Semiotik teori berawal dari dinding individu tentang arti yang disebut tanda-tanda, dan semantik, adalah cara dimana tanda-tanda dikombinasikan ke dalam kode-kode untuk mengirimkan pesan-pesan. Ini adalah bagian dari sistem komunikasi umum menggunakan elemen verbal dan non-verbal, dan menciptakan sebuah wacana dengan cara dan bentuk yang berbeda. Dalam On Realism in Art, Roman Jakobson berpendapat bahwa kesusastraan tidak berada sebagai kesatuan yang terpisah. Beliau dan banyak ahli semiotik lainnya lebih cenderung menyatakan bahwasemua teks, baik yang lisan maupun tulisan, adalah sama, kecuali bahwa beberapa penulis menulis teks mereka dalam bentuk sandidengan kualitas kesastraan yang berbeda yang membedakan mereka dari bentuk yang lain dalam teks cerita.
            Salah satu unsur dari sebuah teks adalah narasi (gaya cerita). Sebuah narasi adalah sebuah cerita yang diciptakan dalam sebuah format yang konstruktif (lisan, tulisan, puisi, prosa, gambar, lagu, teater atau tarian) yang menjelaskan rangkaian even-even yang fiksi maupun non-fiksi. Narasi berasal dari bahasa latin, dari kata narrare, yang berarti ‘bercerita’. Kata ‘cerita’ mungkin digunakan sebagai sinonik dari narasi, tetapi juga bisa dipakai untuk mengganti rangkaian suatu kejadian yang dijelaskan dalam narasi. Sebuah narasi dapat pula diceritakan oleh karakter yang terdapat dalam narasi tersebut.
            Narasi bersama dengan eksposisi, argumentasi, dan deskripsi secara umum menegaskan sabagai salah satu dari empat cara retorikal dari wacana. Secara khusus, narasi adalah cara penulisan fiksi untuk menjembatani komunikasi secara langsung antara penulis dan pembaca.
            Cerita adalah salah satu aspek penting dalam kebudayaan. Banyak hasil seni dan kesusastraan, menceritakan sebuah cerita, dan tentu saja, hampir semua tentang kemanusiaan. Cerita berasal dari kebudayaan kuno, ada pada kebudayaan Mesir kuno, Yunani kuno, budaya Cina dan India. Cerita juga merupakan komponen yang ada dimana-mana dalam komunikasi manusia, digunakan sebagai cerita perumpamaan dan contoh-contoh untuk mengilustrasikan hal-hal tertentu. Mendongeng mungkin merupakan satu dari benruk awal pertunjukan. Narasi juga dapat menggantikan sebuah proses psikologi dalam identitas diri, ingatan dan pembuatan arti.
            Dalam makalah ini, penulis akan menggali narasi dasar/basic narrative dari drama Hamlet karangan sastrawan Inggris William Shakespeare.
RINGKASAN CERITA     
Hamlet adalah seorang pangeran di negara Denmark. Ayahnya baru meninggal dan pamannya Claudius naik tahta. Selain itu pamannya juga menikahi ibu Hamlet, Gertrude. Hal ini membuat Hamlet merasa sangat sedih.
Pada saat yang sama, beberapa teman Hamlet melihat hantu yang mengaku dirinya ayah Hamlet. Ketika Hamlet juga melihat hantu ini, ia disuruh untuk membalas dendam karena Claudius telah membunuhnya. Hamlet pura-pura gila untuk menjebak Claudius.
Selain itu, Hamlet juga mengundang beberapa aktor untuk mementaskan cerita yang ia tulis sendiri. Ceritanya adalah tentang seseorang yang membunuh raja dengan cara menuangkan racun di lubang telinganya. Waktu cerita ini dipentaskan, Claudius menjadi merasa sangat bersalah dan pergi sebelum pertunjukkan berakhir.
Hamlet bertanya kepada Gertrude mengenai kematian ayahnya. Ketika Gertrude tidak mau mengaku, Hamlet menjadi marah dan waktu melihat seseorang sedang bersembunyi di belakang tirai ia menusuknya. Tak disangka ini adalah Polonius, penasehat Claudius. Polonius meninggal dan kedua anaknya Laertes dan Ophelia berkabung. Ophelia sebenarnya telah jatuh cinta pada Hamlet, namun karena hal ini ia menjadi gila dan tenggelam di sungai.
Setelah ini, Claudius mengirim Hamlet ke Inggris untuk belajar di sana, walaupun tujuan sebenarnya adalah untuk mengusir Hamlet dari Denmark. Ia dan sahabat karibnya Horatio kemudian kabur dari kapal yang membawanya ke Inggris dan kembali ke Denmark. Di sana Hamlet tidak sengaja melihat prosesi pemakaman Ophelia dan karena sedihnya ia loncat masuk ke dalam liang kubur Ophelia. Laertes yang melihat hal ini menjadi marah dan ingin membalas kematian ayahnya. Ia pun menantang Hamlet untuk duel pedang.
Sebelum duel, pedang Laertes telah diberi racun oleh Claudius. Selain itu anggur Hamlet pun diracun. Pada kedua putaran pertama, Hamlet menang melawan Laertes dan Gertrude meminum anggur Hamlet untuk memberi semangat. Di putaran selanjutnya Hamlet terluka dengan pedang Laertes. Namun ia kemudian bertukar pedang dan berhasil melukai Laertes juga. Sebelum mati karena racun, Laertes mengaku telah bersekongkol dengan Claudius. Hamlet pun membunuh Claudius. Akhirnya baik Gertrude maupun Hamlet sendiri juga tewas karena racun yang sama.
PEMBAHASAN
A. PRIMARY SIGNIFIER
Sebelum bahasan tentang narasi dasar (basic narrative) pada teks drama Hamlet, terlebih dahulu kita akan membicarakan tentang primary signifier dalam drama tersebut.
Primary signifier dapat diartikan sebagai sebuah tanda yang mewakili semua tanda-tanda dalam suatu teks. Satu tanda yang menjadi inti atau pusat dari segala tanda-tanda yang bermunculan dalam suatu teks. Pendek kata, primary signifier adalah tali merah yang menghubungkan kesatuan cerita. Walau pun sebuah cerita akan berisi bermacam karakter dan kisah, tali merah itulah yang akan menghubungkan satu dengan yang lainnya.
Primary signifier dalam Hamlet adalah dendam. Dendam yang dirasakan Hamlet terhadap pamannya, Claudius yang telah membunuh ayahnya, dendam Claudius terhadap kakaknya, the King, yang juga bernama Hamlet dan kepada keponakannya, Hamlet karena selalu mengganggu rencana-rencananya. Dendam laertes terhadap Hamlet karena telah membunuh ayahnya Polonius dan menganggap gila dan tewasnya Ophelia, adiknya, disebabkan oleh Hamlet.
Dalam cerita Hamlet ini, dendamlah yang menjadi benang merah untuk seluruh kesatuan cerita.
B. BASIC NARRATIVE
Basic Narrative Scheme adalah dasar dari skema cerita dalam suatu teks. Ini merupakan suatu tanda yang muncul dan menjadi tali simpul pengikat antara tanda satu dengan tanda yang lain. Kemudian tanda-tanda tersebut dibuat skema yang akhirnya menjadi dasar-dasar cerita dari sebuah teks.
Menurut penulis, narasi pada Hamlet dibagi menjadi lima (5) :
  1. Saat pertama Hamlet melihat hantu
Cerita dibuka dengan obrolan para penjaga tentang hantu yang bergentayangan di istana. Mereka meyakini bahwa hantu tersebut adalah arwah raja mereka yang telah wafat. Arwah tersebut ingin memberitahukan tentang kematiannya yang tidak wajar.

Ketika Hamlet mendengar cerita tentang hantu tersebut semula dia tidak percaya, tapi setelah dia melihat sendiri hantu tersebut dia baru percaya. Dan yang lebih mencengangkannya ketika hantu yang juga diyakininya sebagai arwah ayahnya, memintanya untuk membalaskan dendamnya pada Claudius dengan cara membunuh Claudius.

  1. Hamlet menjebak Claudius
Sejak pertemuannya dengan hantu tersebut, Hamlet punya keinginan yang kuat untuk membalas dendam pada Claudius. Tetapi sebelumnya dia ingin mencari kebenaran, apakah benar Claudius lah yang telah membunuh ayahnya
Caranya dengan berpura-pura gila dan mengundang beberapa aktor untuk mementaskan cerita yang ia tulis sendiri. Ceritanya adalah tentang seseorang yang membunuh raja dengan cara menuangkan racun di lubang telinganya. Waktu cerita ini dipentaskan, Claudius menjadi merasa sangat bersalah dan pergi sebelum pertunjukkan berakhir. Hamlet menjadi semakin yakin akan hal itu.
  1. Hamlet tidak jadi membunuh Claudius
Hamlet berencana membunuh pamannya, Claudius, pada suatu malam, tapi ketika dia akan membunuhnya, Claudius sedang berdoa. Dalam pemikiran Hamlet, jika dia membunuh Claudius yang sedang berdoa, maka arwah Claudius akan masuk surga, dan Hamlet tidak menginginkan hal tersebut. Sehingga Hamlet tidak jadi membunuh Claudius. Dan meninggalkan Claudius di kamarnya dalam kondisi masih berdoa.

Hamlet kemudian menuju kamar ibunya, untuk menanyainya tentang kematian ayahnya.
  1. Hamlet membunuh Polonius
Setelah Hamlet tidak jadi membunuh Claudius, dia menuju kamar ibundanya, Getrude. Hamlet menanyai ibunya tentang kematian ayahnya, apakah ibunya mengetahui cerita yang sebenarnya atau tidak. Tapi sang ibunda tidak mau mengatakan apa-apa. Walau pun Hamlet sudah mengancamnya dengan mengacung-acungkan pedangnya.

Polonius, yang merupakan bawahan Caludius yang ditugasi untuk memata-matai gerak-gerik Hamlet, bersembunyi di balik tirai kamar Getrude, ketika Hamlet menanyai Getrude. Saat Polonius melihat Hamlet menghunuskan pedangnya ke arah Getrude, dia mengira Hamlet akan membunuh Getrude, kemudian Polonius berteriak-teriak. Hamlet yang mendengar teriakan itu mengira Polonius adalah Claudius, sehingga dia langsung membunuh Polonius. Walau pun salah orang tapi Hamlet tetap senang telah membunuh Plonius, karena Polonius adalah tangan kanan Claudius.

  1. Hamlet bertarung dengan Laertes
Karena kematian Polonius, putranya Laertes ingin membalas dendam pada Hamlet. Apalagi setelah itu, adik perempuannya, Ophelia tewas tenggelam. Laertes menganggap Hamlet juga lah yang telah menyebabkan kematian Ophelia. Karena itu lah Laertes kemudian mengajak Hamlet duel, satu lawan satu.

Ketika pertandingan duel tersebut, ujung pedang Laertes dilumuri racun oleh Claudius, bahkan anggur pada cangkir Hamlet pun dibubuhi racun oleh Claudius. Pada duel pertama Hamlet menang, untuk merayakan kemenangan Hamlet, Getrude meminum anggur ddi gelas Hamlet.

Sedangkan pada duel kedua, Hamlet tertusuk pedang Laertes, kemudian mereka bertukar pedang. Laertes mati di tangan Hamlet. Tapi sebelum Laertes tewas dia mengaku bahwa dia bersekongkol dengan Claudius, untuk menggulingkan raja terdahulu, yang merupakan ayah Hamlet.

Setelah kematian Laertes, Hamlet kemudian membunuh Claudius, perjalanan dendam itu berakhir dengan kematian semua tokoh utama. Termasuk Hamlet yang tertusuk pedang beracun Laertes dan Getrude yang meminum anggru beracun dari cangkir Hamlet.

PENUTUP

Primary signifier dan basic narrative scheme berkaitan satu dengan yang lainnya. Karena penulis ingin meggali tentang basic narrative scheme dalam Hamlet, penulis juga mencari primary signifier dalam Hamlet untuk memudahkan.
Primary signifier dalam Hamlet adalah balas dendam. Dendam yang dirasakan Hamlet terhadap pamannya, Claudius yang telah membunuh ayahnya, dendam Claudius terhadap kakaknya, the King, yang juga bernama Hamlet dan kepada keponakannya, Hamlet karena selalu mengganggu rencana-rencananya. Dendam laertes terhadap Hamlet karena telah membunuh ayahnya Polonius dan menganggap gila dan tewasnya Ophelia, adiknya, disebabkan oleh Hamlet.
Dari rasa dendam tersebut maka cerita bergulir, basic narrative scheme dari drama Hamlet adalah saat pertama Hamlet melihat hantu, Hamlet menjebak Claudius, Hamlet tidak jadi membunuh Claudius, Hamlet membunuh Laertes dan Hamlet bertarung dengan Laertes.

DAFTAR PUSTAKA
Wardoyo, S. 2005. Semiotika dan Struktur Narasi : Kajian Sastra, Vol.29, No.1,    Januari 2005
Wardoyo, S. 2005. Semiotika dan Interpretasi Puisi : Dover Beach:Semiotics in Theory     and Practice. In TEFLIN JOURNAL, Vol.16, No.2,      Agustus 2005
 http://id.wikipedia.org/wiki/Semiotika

No comments:

Post a comment

Terima kasih sudah meninggalkan komentar ^_^