Social Icons

6 Nov 2015

Wawancara Pertama

Kalau melihat wartawan meliput di televisi sepertinya biasa banget ya, iya memang pekerjaan mereka itu jadi yo gak ada yang aneh atau istimewa gitu. Begitu pula yang diwawancarai, menjawabnya juga lancar-lancar aja. Tapi setelah mengalami sendiri diwawancarai oleh wartawan ternyata grogi juga euy haha wah kalau ketahuan teman-teman yang kebetulan wartawan bisa diketawain nih wkwk.

Saya bekerja di salah satu instansi pemerintah di bidang pendidikan. Sehingga sering sekali mendapat tugas ke luar kota, daerah jajahan sih hanya seputar Jawa Tengah hehe. Jumat, minggu kemarin, rombongan dari kantor (sebelas orang) meluncur dari Semarang menuju salah satu SMK swasta di daerah Pemalang. Kita dapat tugas untuk menjadi pengawas tes TOEIC bagi siswa-siswa disana. Sebagai pemberitahuan saja, tes ini terselenggara atas permintaan dari pihak sekolah.

Pelaksanaan berlangsung lancar. Ketika para siswa sudah mulai mengerjakan bagian soal Listening, salah seorang rekan datang mendekati ruangan yang saya awasi.


Teman       : " Es, ada wartawan datang."
Saya         : "Hah? Mana mbak?"
Teman       : "Itu...sambil matanya melihat ke satu arah."

Secara otomatis saya pun melihat ke arah yang dituju. Glek. Dia menuju ke arah kami.

Wartawan  : "Maaf mbak, saya bisa wawancara dengan siapa? Dari sini disuruh ke sana, dari sna di suruh ke sini. Terus gimana?"

Jujur saya memang agak gak begitu suka dengan yang berbau media akhir-akhir ini, karena kesannya banyak media yang memlintir berita untuk meningkatkan reputasi dalam hal kasus saat itu oplah surat kabar mereka.

Jadi teman-teman yang lain pun agak sungkan dan takut kalau harus menghadapi mas wartawan itu. Sebagai koordinator, otomatis saya merasa bertanggung jawab dong. Waduh, kalau nanti ada berita gak baik, otomatis lembaga juga yang kena. Oke deh, saya beranikan diri.

Saya         : " Mau tanya apa Mas?"

Kemudian ia bertanya beberapa hal, standar sih pertanyaannya. Tentang TOEIC itu seperti apa, gunanya apa, dll. Semua pertanyaan saya jawab sediplomatis mungkin (gaya hehe). Ada rasa takut juga nanti pemberitaan jadi macem-macem. Bahkan saya tidak mau menyebut nama, alasannya sih, takut kalau terkenal hahaha. Setelah wawancara selesai, gantian deh saya yang bertanya ia dari media mana, namanya siapa, dan dapat info dari mana kalau di sekolah tersebut mengadakan TOEIC untuk siswa.


Fiuuuuh.... selesai dengan wartawan, lanjut dah ngawasi lagi. Sempet sms mas, tentang wartawan itu. Jawabannya mas: 'Sip. Buat latihan'. Gubrak deh.

No comments:

Post a comment

Terima kasih sudah meninggalkan komentar ^_^