Social Icons

5 Aug 2010

I Dreamed A Dream (Belajar dari Susan)


I dreamed a dream in time gone by
When hope was high and life worth living
I dreamed that love would never die
I dreamed that God would be forgiving

Then I was young and unafraid
And dreams were made and used and wasted
There was no ransom to be paid
No song unsung, no wine untasted

But the tigers come at night
With their voices soft as thunder
As they turn your hope apart
As they turn your dreams to shame

And still I dream heÂ’d come to me
That we would live the years together
But there are dreams that cannot be
And there are storms we cannot weather


I had a dream my life would be
So different from the hell I’m living
So different now from what it seemed
Now life has killed the dream I dreamed

Pertama dengar lagu ini waktu nonton audisi susan boyke, yang di down load sama adik
wow...suaranya spektakuler bo', berkali-kali nonton gak bosen2 juga

Yang paling aq suka ketika nonton download iniadalah ketika melihat ekspresi ketiga juri dan penonton yang menonton live ketika itu.
Wajah Simon yang terkesan menyepelekan, secara track record si simon ini suka dengan cewek2 cantik n sexy, gak kepake lah model susan boyle ini di depannya. udah (maaf) tua, gak cantik (diperhalus) dan tidak sexy pula

juri ke 2, amanda, walo dr wajahnya tidak terlihat melecehkan tapi dia sendiri mengakui (setelah penampilan susan) bhw dia (menggunakan kata 'we') juga merendahkan susan

Juri ke 3, piers, aq menganggapnya pria yg baik, jangan tny alasannya ya hehe
pria baik ini pun ikut tertawa ketika mendengar susan akan menyanyi kan lagu di atas (mungkin jenis lagunya sulit kali' ya)
Piers pun ikut mengernyitkan dahi ketika susan dg PD nya bertingkah agak genit

Belum lagi para penonton yang tertawa mncemooh ketikasusan ingin menjadi penyanyi profesional dan sesukses Elaine Paige (penyanyi dan aktris terkenal di Inggris)

Tapi lihatlah, wajah orang2 itu ketika susan membuka mulutnya dan menyanyikan lagu
Baru satu kalimat yang dia dendangkan Simon sudah menaikkan alisnya, amanda ternganga
dan Piers pun terguncang Applaus penonton pun membahana

Wow...tidak ada kata yang cukup pantasuntuk mengatakan betapa dahsyat penghinaan yang diterima susan, tapi dahsyat pula ganjaran atas suara merdunya

Seumur hidupnya, seorang susan mungkin mendapatkan banyak sekali penghinaan dalam hidupnya, seorang pengangguran di negara semakmur Inggris
pastilah sesuatu yang sangat menyakitkan,Ia msh tinggal dg orang tua nya bahkan di umur 47 th. Pdhl sering aq dengar, klo di sono tu anak umur 17 th udah pada mandiri (hidup sendiri)wajahnya yang tidak cantik dan tubuh yang tidak sexy
komplitlah sudah ...

Tidak hanya ke 3 juri dan penonton di sana. Tapi saya dan mungkin juga anda, lebih sering menilai orang dari penampilanya. Jika ia cantik/tampan akan lebih mudah kita terima daripada mereka yang tidak cantik/tidak tampan
Melihat orang dari status sosial ekonominya. Kita cenderung hormat pada orang yang lebih 'berpunya', Drpd dengan org yang 'papa'
Padahal siapa pun bila ditanya, tidak ingin menjadi orang yang tidak cantik/tidak tampan, tidak sexy dan dianggap jelek.

Cuplikan audisi susan itu, membawa ingatan saya pada masa lalu
ketika itu saya sedang naik angkot dengan teman2. Kami msh sma kelas 1
Kemudian naik dua orang laki2 yang sudah dewasa(kuanggap dewasa krn ketika itu kami msh imut2 :p)

Salah satu dari lelaki itu bertanya pada temannya sambil matanya memberi kode melihat temanku,"Piro?" (=Berapa)
Temannya menjawab, "Enem" (=enam)sambil tertawa yang bagi mataku seperti menyepelekan
Mereka berdua kemudian tertawa bersamaam.

Saat itu aq berkata dalam hati "Kurang ajar banget ni mas-mas, padahal mereka sendiri gak ganteng". Kenapa ya, orang yang bahkan tidak dikaruniai fisik yang bagi anggapan orang ganteng, dengan gampangnya memberi nilai 6 pada orang lain, lebih pantas jika nilai itu diberikan untuknya (lo kok malah ngamuk ni)
Gak usah diterusin ngamuknya ya, klo diterusin ntar sama aja sama mas-mas itu kan

Pembelajaran yang aq ambil dari kejadian di angkot itu adalah kita tidak sepantasnya menilai orang dari fisiknya, apakah dia jelek atau cantik, apakah dia pesek ato mancung, apakah nilainya 9 atau 6.
Semua orang adalah ciptaan Allah Swt yang paling sempurna, jika kita menghina orang tersebut, kita juga menghina Allah kan?
Kalo toh kita pernah disakiti oleh seseorang, dan rasa hati ingin menjelek2kannya, jangan sampe kebablasan. Cukuplah apa yang membuat kita jengkel pada orang itu.

Dari susan aq belajar "TIDAK HANYA" untuk tidak putus asa, tetap berusaha walo semua orang mencemooh, dari susan pula aq belajar, untuk lebih menghargai orang dari kemampuannya bukan dari rupa dan tubuhnya.

DILECEHKAN ITU MENYAKITKAN LO...

No comments:

Post a comment

Terima kasih sudah meninggalkan komentar ^_^