Jakarta, Diplomatic City of ASEAN adalah tema hari ke-10 dan terakhir di lomba #10daysforASEAN (Akhirnya...hehe). Dan sama seperti tema-tema sebelumnya, saya juga baru tahu kalau ternyata Jakarta ditunjuk sebagai markas ASEAN Secretary bertempat di Jalan Sisingamangaraja 70 A, Jakarta
Selatan. Keberadaan markas ASEAN Secretary di Jakarta merupakan suatu
kepercayaan bahwa Indonesia bisa menjadi penghubung antar negara-negara
anggota ASEAN atau Diplomatic City of ASEAN.
Showing posts with label 10DaysforASEAN. Show all posts
Showing posts with label 10DaysforASEAN. Show all posts
5 Sept 2013
4 Sept 2013
Bersama Kita Bisa
Dulu di daerah tempat simbah tinggal ada sebuah kegiatan yang dinamakan sambatan. Sambatan adalah sebuah kegiatan gotong-royong yang dilakukan masyarakat untuk membantu salah satu warganya yang sedang punya acara. Acara ini bisa berbentuk membangun rumah, menyelenggarakan pernikahan atau menanam/memanen padi di sawah. Warga secara bersama-sama akan membantu dengan ikhlas.Budaya tersebut membuat pekerjaan menjadi ringan, baik bagi si empunya hajat mau pun yang ikuta kegiatan. Karena dikerjakan secara bersama-sama, semua menjadi lebih ringan.
3 Sept 2013
Kebebasan Berekspresi yang Bertanggung Jawab
Baru dua minggu kemarin saya membaca tentang berita yang membuat saya ngeri dan was-was. Berita itu mengenai dua blogger (suami istri) di meksiko yang ditemukan digantung di jembatan karena mengkritik cartel narkoba di blog mereka. Tentang bagaimana sikap pemerintahnya, tidak ada penjelasan lebih lanjut.
Dan tema hari ke-8 #10daysforASEAN adalah Filipina dan kebebasan berekpresi. Jujur saja, saya buta terhadap isu-isu sensitif mengenai negara-negara tetangga, tak terkecuali Filipina. Saya hanya mengenal Filipina sebagai negara asal penyanyi Denpasar Moon, Maribeth hehe. Walau pun sekarang Maribeth menetap di Manado, tapi tetep ya bagi saya ia seorang Filipinos (malah ngomongin artis).
30 Aug 2013
Pembebasan Visa
Ketika kita akan berwisata pasti deh bawaannya senang. Mau jalan-jalan gitu loh. Apalagi kalau mau berwisata ke luar negeri. Wiiiih....Eh tapi ternyata kalau mau jeng-jeng kalau ke luar negeri harus mengurus surat-surat ini dan itu untuk bisa masuk ke negara bersangkutan. Nah, ini sih yang katanya bikin ribet.
Padahal kalau dipikir-pikir berwisata itu kan malah menghambur-hamburkan uang di negara tujuan. Tidak membahayakan dan tujuannya cuma wisata, tidak ada kepentingan politik atau pun yang lebih krusial. Alasan paling aman deh kalau wisata itu.
29 Aug 2013
Indonesia, Your Paradise in Asia
Indonesia, Your Paradise in Asia. Indonesia, yang terdiri dari beribu pulau dengan beragam budaya merupakan potensi yang luar biasa di bidang pariwisata. Tidak ada yang bisa memungkiri betapa indahnya lautan dan gunung di Indonesia, bervariasinya makanan dan adat istiadat di sini. Tetapi mengapa pasar pariwisata kita hanya mentok di Bali saja?
Orang luar negeri bahkan mengira bahwa Indonesia itu di Bali, padahal Bali adalah salah bagian kecil dari sebuah negara yang bernama Indonesia. Jika Bali berhasil mem-branding pariwisatanya sedemikian rupa, bagaimana dengan national branding kita? Sudahkah menarik bagi para pendatang untuk datang dan menikmati kekayaan alam kita?
Yang paling kuat dalam ingatan saya adalah nation branding dari negara tetangga kita, Malaysia. Malaysia dengan 'Truly Asia' benar-benar menancapkan kesan yang mendalam, walau pun ketika melihatnya ada sedikit ganjalan di hati. Karena apa-apa yang mereka tampilkan di situ, sangat mirip dengan kebudayaan di negara kita. Tetapi mengapa justru mereka lebih bisa menjual itu dibanding kita?
Indonesia itu kaya loh, bahkan orang-orang Indonesia yang saat ini ada di luar negeri mengakui bahwa suasana di Indonesia itu yang membuat mereka kangen. Surganya makanan, surganya keindahan. Jadi tidak berlebihan dong jika membuat tagline, Indonesia, Your Paradise in Asia.
27 Aug 2013
Salon Thailand dan Salon Lokal
Saat ini sedang ramai-ramainya pembahasan mengenai kesiapan Indonesia menyongsong pasar bebas di kawasan ASEAN (Association of Southeast Asian Nations) tahun 2015. Saat itu, mau tak mau kita harus menyiapkan diri di semua lini kehidupan untuk bersaing dengan sumber daya manusia dari negara ASEAN lainnya. Termasuk lapangan pekerjaan di mana semua orang berhak bersaing untuk memperebutkannya. Apakah Indonesia siap? Apakah rakyat kita mampu? Itu adalah contoh pertanyaan yang bergulir saat ini.
Subscribe to:
Posts (Atom)