30 Jun 2014

Laporan Pandangan Mata: Jelajah Semarang dalam Kenangan

Jelajah Semarang dalam Kenangan adalah tema yang diambil untuk kopdar akbar peringatan hari ulang tahun Goodreads Indonesia ke-7. Sebagai anggota baru di Goodreads, saya merasa cukup beruntung kopdar akbar kali ini diselenggarakan di Semarang, jadi gak perlu jauh-jauh untuk bertemu teman-teman yang lain, cukup minta ijin aja satu hari hari dari kantor hehe.

Sabtu pagi tanggal 7 Juni, sekitar jam setengah 8, saya sudah menunggu dengan khusuk di bawah jembatan Jatingaleh. Iyes, selain deadliner saya juga seorang tebenger *bangga tidak pada tempatnya :D Sesaat kemudian Kak Cyn dan taksi gelapnya menepi. Oh oh sudah ada Dani di dalam. Oke sip, saya bukan satu-satunya tebenger hari itu. Taksi Kak Cyn meluncur ke Balai Kota di Jalan Pemuda. 

Sesampainya di depan Balai Kota, sudah ada beberapa teman dari Goodreads Indonesia wilayah Semarang yang datang. Mulai deh kita beberes goddie bag yang bakal dibagikan ke peserta kopdar. Isi goddie bag adalah buku dan sebotol aqua. Goddie bag-nya bagus lo *mulai los pokus.
Yang buku merah itu hadiah :)
Beberapa saat kemudian ada rombongan datang, sebagian besar memakai kaos merah bertuliskan 'Baca Itu Seru' (naksir euy sama kaosnya). Dari hasil nguping *eaaa, rombongan ini berasal dari Jakarta dan Bandung, sepertinya sih para sesepuh dedengkot GRI. Tidak ada satu pun dari mereka yang saya kenal *dikeplak, yah, maklum dong ya, saya kan anggota baru, Tapi gak butuh waktu lama untuk berikrib ria, ajang foto-foto alias narsis berjamaah cukup bisa mendekatkan kami *halahbahasane. Setiap ada kamera siap jepret, berbondong-bondong pula para  narsisius dan narsisita dengan berbagai warna kaos ikut tumplek blek haha.
Yes, narsis mempersatukan kita :P

Ber-tongsis ria :D
Jam 9 pagi rombongan mulai berangkat menuju tempat tujuan. Tanpa direncanakan anggota GRI wilayah Semarang memilih menaiki bis, ih, berasa anak sekolah yang lagi piknik deh ya haha. Sebagai tambahan info, acara ini menyediakan satu bis tanggung dan 2 mobil (lupa merknya). 

Tujuan pertama adalah Klenteng Tay Kak Sie. Klenteng ini merupakan salah satu klenteng yang dituakan. Walau pun saya sudah lama tinggal di Semarang, saya belum pernah memasuki klenteng ini. Hal ini lebih dikarenakan rasa sungkan saja, gak enak kan ya masuk ke tempat ibadah hanya untuk melihat-lihat. Nah, mumpung ada acara ini saya pun asik berkeliling melihat di dalam dan sekitar klenteng. Bangunan klenteng tidak terlalu besar, dengan didomonasi warna emas dan merah terang, kesan yang saya tangkap bagus sekali. Bagian dalam tidak boleh dimasuki, karena untuk peribadatan.

Sang Laksamana Ceng Ho
 
Naga dan Lukisan di bagian depan klenteng
Suka kalau liat lilin :)

Gak tau ini apaan, mengingatkan sama si Munyuk Sakti, jadi kujepret aja :D


Setelah puas berfoto dan memoto di klenteng ini, kami pun beralih ke replika kapal Laksamana Ceng Ho yang tepat berada di depan klenteng. Kabarnya replika kapal ini akan dibongkar karena mengganggu aliran air sungai di bawahnya. Yeah, oke lah kita foto-foto dimari.



Tujuan berikutnya adalah tempat pembuatan rumah kertas, masih berada di daerah Pecinan juga sih. Etapi bis tidak bisa lewat karena jalan yang sempit. Kami pun harus berjalan menuju ke tempat tersebut. Sebenarnya sih tidak terlalu jauh, akan tetapi udara kota Semarang yang luar biasa panas hari itu membuat beberapa teman tampak kelelahan. 

Tempat pembuatan rumah kertas ini terletak di perumahan penduduk yang padat. Tempatnya sendiri sih kecil ya. Oh ya, kalau belum pada tahu rumah kertas itu apa, saya punya sedikit informasi sedikit tentang ini. Dari hasil investigasi secara mendalam (halah) dengan pemiliknya langsung, rumah kertas yang biasa juga disebut rumah arwah ini diperuntukan bagi upacara ritual kematian bagi orang China. Untuk pembakaran rumah kertas ini tidak diharuskan saat penguburan jenazah. Disesuaikan dengan kemampuan ekonomi keluarga. Karena ternyata rumah kertas dan ubo rampenya ini harganya cukup aduhai. Ada yang mencapai 1 juta rupiah.

seharga 1 juta
yang paling atas adalah dewa yang akan diikutkan dibakar, nah ubo rampe lainnya ada di dalam lemari
Nah, ini tuan rumahnya :D ntar ditaruh di dalam
Uniknya di rumah kertas dipasang beberapa buah boneka yang diperuntukkan sebagai pembantu bagi si pemilik. Jumlah pembantu pun ditentukan oleh keluarga yang memesan, kalau rumah kertasnya besar ya pembantunya banyak, dan ini tidak berpengaruh terhadap harganya lo. Ubo rampe seperti uang kertas, patung dewa dll,juga disiapkan satu paket oleh penjual jasa pembuatan rumah ini. Sayang sekali, kami tidak bisa melihat ritual pembakarannya, karena ritual tersebut diadakan malam hari di salah satu klenteng.

 
Iseng-iseng saya bertanya, "Bambu yang dipakai untuk membuat rumah itu berasal dari mana?" Kata si engkoh dari desa. Saya masih mengejar jawaban yang pasti, "Desa mana?" Dan jawaban si engkoh sangat menusuk hati saya. Beliau menjawab, "Dari daerah Jatingaleh atau Srondol." Oh noooo, itu kan rumah sayaaaaa, engkoh teganya dikau, saya bukan orang desa tapi saya kan orang nggunung *mulai drama :P


Dari tempat pembuatan rumah kertas, kami menuju tempat berikutnya, sayang sekali tempat pembuatan batu nisan dan tempat pembuatan kecap tidak bisa dikunjungi karena sesuatu dan lain hal. So, kita langsung cap cus ke Rumah Kopi.

Tempat pembuatan bong Cina yang gagal diinvestigasi :D
Rumah Kopi adalah sebuah rumah yang arsitekturnya bernuansa Belanda. Bagus banget deh. Bu Inge, si empunya rumah berkenan memberikan penjelasan tentang rumah kopi ini. Tentang Rumah Kopi lebih baik dibuat tulisan sendiri deh. Kepanjangan kalau ditulis disini. Selain disuguhi permen kopi, kita juga dapat membeli kopi yang baru digiling dan dibakar. Saya juga beli lho *bangga.


Dari Rumah Kopi rombongan menuju Taman Sri Gunting. Baru kali ini saya nongkrong disini. Biasanya saya nongkrong di depannya alias di Sate Kambing 29 yang termasyur itu wkwk. Setelah solat dan makan siang. Ada acara games, disini kami diminta menebak judul buku dari peraga, yang berhasil menebak akan mendapatkan satu buku dan berkewajiban memeragakan pertanyaan berikutnya. Seru banget. Para peraga ajaib-ajaib deh memperagakannya dan hebatnya kok ya pada ngerti gitu lo sama judul bukunya. Bahkan ada yang cuma memperagakan jari yang membentuk garis lurus di sisi mulut, bisa langsung ketebak kalau judul bukunya, Twilight hahaha.

Setelah games yang seru, tidak lupa kita foto-foto lagi. Dan kemudian rombongan pun menuju ke Balai Kota lagi. Di sini foto-foto masih berlanjut haha. Senang sekali deh rasanya. Bisa kopdar, bertemu wajah baru, dan mendapat buku-buku baru pula. Konsep kopdar seperti ini (city tour) menurut saya adalah konsep yang paling asik, selain kita bisa kenal dan narsis bersama, kita juga bisa hunting foto dan mengenal kebudayaan masyarakat di sekitar kita.

Walo kepanasan, narsis is no 1 pokoke :D
Semoga kopdar Goodreads berikutnya saya bisa menghadiri juga, seneng rasanya bisa kumpul-kumpul seperti itu dan akhir kata, tolong ya temans permintaan pertemanan saya di Facebook di konfirmasi dong hahaha. See you again in the next kopdar ^_^

13 comments:

  1. Seru ya mak. Pengen suatu saat ke semarang

    ReplyDelete
  2. Mupeeeng eeuuyy :(
    Kenapa nggak ada potonyaa mbak?

    ReplyDelete
  3. Jalan2 seru bareng teman-teman seperti ini bikin semangat 45ku bangkit Mb Esti. Pengen jalan bareng para blogger lagi :)

    ReplyDelete
  4. aakkk, aku pengen liat fotonyaaa. jadi kebayang serunya :D kalo klenteng baru yang sampokong aja, mba. lainnya belum pernah main ke sana :D

    ReplyDelete
  5. Lha prige si, penghasil bambu malah ora ngerti. :D

    Nyong masih belum smpai pecinan. . .pingiin.

    ReplyDelete
  6. Wah jadi kangen semarang nih...

    ReplyDelete
  7. gak ada foto2nya nih mbak :) Mabk esti apa kabar?

    ReplyDelete
  8. Loh komen ilang, Serunya....untuk pembuatan rumah kertas dan rumah kopi belum pernah masuk Jeng. Semarang banyak jujugan menarik ya Jeng Esti. Salam

    ReplyDelete
  9. Aku baru sekali ke Semarang, malah tidak sempat nyicip lumpia nya *lumpia ato lunpia ya nyebutnya?
    Lumpia Semarang yang enak dimana mak? :D

    ReplyDelete
  10. Keren...
    Kalau bisa gambarnya yg besar2 Mba...biar puas kami lihatnya :)

    ReplyDelete
  11. Saya belum pernah traveling ke Semarang, insha ALLAH nanti kalo ada rezeki maen ke sana

    ReplyDelete
  12. Pernah ke semarang cuma urusan kerja, alhamdulillah mampir ke simpang lima dan menikmati suasana malam disana sambil makan nasi apa gtu lupa... asal gak musim ujan aja ke semarang hehehe

    ReplyDelete

Terima kasih sudah meninggalkan komentar ^_^