19 Apr 2020

Bersilahturahmi, Keinginan Terbesar Setelah Corona Berlalu

Apa kabarmu, temans? Semoga semua baik ya. Aamiin. Pandemik covid-19 ini memang luar biasa sekali imbasnya ke masyarakat. Tapi, bagi kita yang bisa tetap di rumah, saya harap tetap di rumah ya. Untuk memutus mata rantai penyebaran lebih luas.

Kakak bikin Hape


Saat ini sudah hampir sebulan saya di rumah. Work from home istilah kerennya hehe. Sebagai ibu bekerja bisa menghabiskan waktu bersama anak-anak itu langka banget. Karena itulah walau repot, karena gak mungkin kan di rumah kerja aja. Tetep aja anak-anak minta perhatian karena ibunya di rumah. Suami masih bekerja 2-3 kali dalam seminggu karena kantornya merupakan kantor pelayanan. Jadi gak memungkinkan full WFH walau sudah ada aplikasi yang bisa digunakan klien.



Kalau ditanya seneng di rumah? Saya jawabnya, ya seneng bisa nyanding anak-anak. Tapi kalau di suruh milih di rumah atau kerja dengan kondisi tanpa corona. Tentu saja saya memilih bekerja seperti biasa dan tanpa corona. Walau di rumah, saya tetap saja was-was. Karena di luar sana berita tentang penderita semakin bertambah. Apalagi orang-orang di sekitar juga tidak benar-benar stay at home dikarenakan kondisi ekonomi mereka. Ditambah lagi dengan jauhnya domisili saya dan orang tua. Untungnya tehnologi sudah canggih ya sehingga untuk berkomunikasi tidak mengalami kesulitan.

Awal-awal corona mulai terdeteksi di Indonesia, saya sudah stres sendiri. Cemas luar biasa karena punya 2 balita, dan orang-orang tua yang sudah sepuh. Terkadang saya nangis sendiri lo saking sedihnya melihat penanganan corona di sini. Miris gitu lihatnya. Setelah hampir 2 minggu WFH, saya sudah bisa menata hati dan pikiran. Sudah tidak cemas berlebihan. Membangun afirmasi positif dalam diri karena pikiran negatif juga membawa hal negatif, bukan?

Saat ini saya mulai menikmati saat-saat bersama keluarga di rumah. Memang harus putar otak untuk kegiatan anak-anak terutama kakak Andhin yang sudah berusia 5 tahun. Untungnya hampir setiap hari gurunya memberi tugas yang tidak mengikat, sehingga membuat kakak Andhin tetap bisa belajar di rumah selama sekolah libur sementara ini. Contoh kegiatan kakak Andhin membuat pelangi dari permen, menyanyi Garuda Pancasila dll. Anaknya seneng-seneng aja liat dirinya direkam video terus dikirim foto atau videonya ke gurunya, yang nanti dapat reward bintang hehe.

Kami juga mengajak kakak Andhin baking cake-cake sederhana atau berkebun. Dan yang paling sering sih, sama bapaknya diajak main musik. Anaknya seneng nyanyi, bapaknya suka main musik. Klop kan?

Berandai-andai apa yang akan saya lakukan after covid-19 juga membuat saya bersemangat kembali. Sehingga doa dan ikhtiar terus dilakukan agar corona segera berlalu.

After covid-19, saya ingin sekali mengajak anak-anak bersilahturahmi ke rumah saudara-saudara di daerah Boyolali, Solo dan Wonogiri. Boyolali adalah daerah keluarga mami dan papi saya. Budhe pakdhe sudah sepuh semua dan saya lama tidak berkunjung karena anak-anak masih kecil. Kalau diajak perjalanan jauh takut kecapekan. Di Solo dan Wonogiri, banyak saudara dari suami. Rencana kami akan berkunjung waktu Lebaran tahun ini, tapi apa daya, sepertinya saat Lebaran pun corona belum tuntas. Yang menyedihkan, bulan lalu salah satu Budhe di Boyolali ada yang meninggal dan kami tidak bisa ke sana untuk takziah :(

Ya Allah, kabulkanlah doa kami, agar corona segera musnah dari muka bumi. Aamiin3.

1 comment:

Terima kasih sudah meninggalkan komentar ^_^