14 Sept 2012

Wanita Aceh Itu

Tidak ada yang kebetulan dalam hidup

Beberapa tahun yang lalu, saya sedang patah hati untuk yang kesekian kali *sok laku. Ketika itu lagi hangat-hangatnya dapat pertanyaan, "Kapan nikah? Pacarnya orang mana?" dan lain sebagainya. Yah, karena untuk urusan pribadi saya agak tertutup dengan orang lain, jadi banyak yang penasaran saat itu saya sedang "jalan" sama siapa *sok ngartis hehe. Jadi teman-teman pun tidak ada yang tahu kalau saya lagi patah hati.

Stres banget gak sich, hubungan yang sudah berjalan 1,5 tahun sedang diujung tanduk, padahal saat itu usia sudah cukup, sudah punya pekerjaan, dan dapat pertanyaan yang nyebelin itu pula. Intinya kecewa berat, apalagi putusnya dengan cara gak enak banget dan masih ada 'rasa' pulak. Alamak. *lirik suami.

Tidak dinyana, tidak diduga, saya mendapat tugas dari kantor untuk mengikuti pelatihan di Jakarta. Awalnya malas banget mau berangkat. Namanya juga lagi patah hati, bawaannya males dan suram *apa seh ini. Gak enak deh mau ngapa-ngapain. Sebagai karyawan yang baik (uhuk) saya pun berangkat ke Jakarta, berdua dengan teman. Pikir saya sih, "Ah, mungkin malah bisa refreshing sampai sana, lagipula kan di Jakarta bisa jalan-jalan, lumayan lihat hal-hal baru".

Setelah sampai di tempat diklat, dan sudah membereskan beberapa administrasi, kami beristirahat di kamar yang disediakan oleh panitia. Kemudian keesokan harinya kita mengikuti upacara pembukaan diklat dulu, ternyata saya dipilih sebagai wakil peserta untuk mendapat tanda peserta pertama kali. Gak senang sich, habis harus duduk di bangku depan sendiri dan gak bisa ngantuk bwahahaha.

Setelah pembukaan, ada coffee break *padahal minumnya teh hehe, kesempatan untuk berkenalan dengan peserta lain, lumayan dapat beberapa kenalan di hari pertama. 

Singkat cerita, kita sudah duduk dengan manis *tangan dilipat* pada sesi pertama di hari pertama, sambil nunggu instrukturnya datang, ngobrol ngalor-ngidul dengan peserta-peserta yang lain, sambil sok kenal sok dekat tentu saja. 

Langit pun masih biru, walau hati tertutup awan kelabu
keep moving forward guys :)
Di sebelahku duduk Mbak Nana dari Jawa Timur, kita sudah sempat kenalan sebelumnya, jadi ngobrolnya lebih mengalir, sedangkan di belakang kami ada dua orang Ibu berasal dari Aceh. Kita ngobrol yang enteng-enteng saja. Hingga sampai pada percakapan ini:


Saya : "Wah tadi malam agak dingin ya Bu, saya biasa pakai selimut kalau tidur, jadi tadi pagi minta dipinjami selimut sama petugas asramanya",

(Salah satu Ibu dari Aceh, sebut saja namanya Bu Cut menimpali)

Bu Cut : "Mbak sama seperti anak bungsu saya, kalau tidur harus pakai selimut. Bahkan kadang selimutnya sampai diikat segala lo ke kakinya biar gak lepas."

Saya : (tertawa pelan) "Oo gitu ya Bu, lucu juga ya, anaknya ada berapa Bu?"

Bu Cut : "Ada 6 Mbak. Tapi sekarang tinggal 3".

Saya : "Lo yang 3 lagi kemana Bu?" tanyaku dengan suara polos.

Bu Cut : "Waktu tsunami datang anak saya yang tiga orang hilang Mbak, yah anak kan titipan Allah ya Mbak, jadi...."

Kalimat beliau setelahnya tidak sampai ke telingaku, karena rasanya kuping tiba-tiba tuli. Mata terasa hangat dan lidah terasa kelu. Ibu di depanku itu terlihat sangat tegar ketika menceritakan itu semua. Kami yang mendengarkan tidak bisa mengatakan apa-apa. Berusaha sebisa mungkin agar air mata tidak jatuh, bahkan kulihat sekilas Mbak Nana sampai berkaca-kaca matanya.

Untung saja instrukturnya datang, sehingga percakapan terputus dan kami bersiap mengikuti sesi, Sempat kutangkap Mbak Nana berbisik padaku, "Aku punya satu anak, Es. Ketika anakku sakit panas saja,aku kalut luar biasa..." Mbak Nana pun tidak sanggup melanjutkan ucapannya.

Dan ketika instruktur mulai menerangkan materi, kepalaku terasa penuh. 

Ya, saat itu saya merasa menjadi orang yang paling malang sedunia. Patah hati berjuta rasanya. Tetapi setelah mendengar cerita Bu Cut, tubuhku serasa bergetar. Masih banyak nikmat yang bisa disyukuri, keluarga yang utuh, bapak ibu dan adik-adik sehat, pekerjaan yang baik, sahabat dan teman yang selalu ada bila dibutuhkan. Bahkan udara yang dihirup pun bisa dianggap sebuah nikmat yang luar biasa. Mengapa harus terpatok pada satu masalah. 

Kalau toh memang bukan si "Dia" yang ditakdirkan bersamaku, memang itu yang terbaik menurut Allah Swt, berarti kan ada pria lain yang terbaik untuk ku yang entah saat itu sedang dimana. Jadi mengapa harus risau hanya untuk seorang pria yang bahkan tidak bisa menghargai perasaanku. Ah, tidak ada gunanya bukan? Lebih baik melanjutkan hidup dengan hati senang, menikmati hidup dengan melakukan hal-hal yang lebih baik, lebih berarti.

Sejak saat itu saya tidak lagi bermuram durja, sedih masih, tetapi dengan pikiran positif setiap masalah ada pemecahannya dan setiap hal ada waktunya, saya bisa meneruskan hidup dengan lebih baik. Teruslah berpikiran positif terhadap Allah Swt, karena ketetapan-Nya yang terbaik. 

Saya pun punya kata-kata baru yang saya selipkan di setiap do'a:

Aku tahu Ya Allah
Segala sesuatu ada saatnya
Semua sudah atas kehendak-Mu
Yang kupinta dari-Mu
Bantulah aku Ya Allah
Agar dapat bersabar hingga saat itu tiba

Terima kasih Allah, Engkau telah mengingatkanku melalui Bu Cut. Terima kasih pula kepada Bu Cut yang telah berbagi cerita. semoga kebahagiaan melimpah kepadamu, Bu. Aamiin.

Saya bersanding dengan suami tiga tahun setelah diklat tersebut. Waktu yang cukup lama untuk ukuran saya, tapi itulah yang terbaik. Karena saya mendapatkan pria yang terbaik pula *muji suami sendiri hehe

Tidak ada yang kebetulan dalam hidup menurut saya, karena semua terjadi atas kehendak-Nya. Dan bolehkan saya berpikir itu adalah cara Allah untuk mengingatkan saya?

Semoga harimu menyenangkan kawans ^_*


Tulisan ini diikutsertakan pada Monilando's First Giveaway

*Saya pun menjalani diklat dengan hati gembira, mempunyai banyak teman dan ilmu yang baru. Kenapa tiba-tiba teringat penggalan puisinya bang Chairil yang, "bila sudah waktuku, aku tak mau..." wah malah ngelantur kemana-mana hehe

Keep Moving Forward 

110 comments:

  1. Semoga menang ya ..

    Cinta itu...
    memuakan menurut q
    :D

    ReplyDelete
  2. Makasi...memuakan?? tapi masih mau jatuh cinta to? :)

    ReplyDelete
  3. Semoga menang ae ya mbak...
    Aku nggak ngerti perasaan patah hatinya gimana tu @.@
    Pasti sedih bener ya mbak, fufufu...

    ReplyDelete
    Replies
    1. Aduh sukur deh kamu gak pernah patah hati
      Rasanya suakiiiit...hahaha
      Tapi itu malah menguatkan hati lo :)

      Delete
    2. Oke deh, kapan kapan tak patah hati... hahaha...

      Delete
  4. Patah hati itu kayak tsunami ya :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Lebih dahsyat tsunami lah :)
      Moga2 gak ada lagi tsunami di Indonesia dan di hatiku :P
      Aamiin

      Delete
  5. yup, aku pun termasuk yang meyakini itu. ga ada yang kebetulan dalam hidup ini. Semoga apapun yang menimpa diri kita, akan menjadi sebuah pembelajaran yang penuh makna. Gutlak yaa

    ReplyDelete
  6. patah hati g sebanding dengan tsunami ya mba..salam kenal dari aceh :). moga menang GA nya .

    ReplyDelete
    Replies
    1. sama sekali gak sebanding lah mbak :)
      salam kenal dari Semarang :)

      Delete
  7. wow patah hati? saya punya loh mbak lagu tentang patah hati.. tanya Una tuh pasti tahu

    ReplyDelete
    Replies
    1. Loh kok tanya Una sih? Emang Una ya yg buat mas Lozz patah hati? :P

      Delete
  8. Semua sudah ada skenarionya, tidak ada yang kebetulan :D
    ya kan mbak?
    Waaah, ikut GA ya mbak ^^
    Semoga menang ya mbak
    Salam kenal dari Sumut

    ReplyDelete
    Replies
    1. Yup, itu menurut saya
      Iya nih sekalian posting xixixi
      Maksi doanya ya
      Salam dari Semarang :)

      Delete
  9. Semua sudah tertulis di sana. Tetapi karena kita tidak tahu apa yang ditulisNYA maka kita wajib berusaha sekuat tenaga disertai doa yang putus-putus. Insya Allah akan ada titik terang.

    Sabar dan syukur adalah sikap orang yang beriman dan semuanya baik baginya. Jika dia diberi cobaan berupa kesedihan maka dia bersabar, dan itu baik baginya. Jika dia diberi nikmat berupa kegembiraan, dia bersyukur, dan itu juga baik baginya.

    Terima kasih kisahnya yang apik dan penukh makna.

    Salam hangat dari Surabaya

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya Dhe, jangan sapai berputus asa, karena ketetapan-Nya adalah yang terbaik :)
      Sabar dan sukur ya Dhe, semoga tak pernah lupa

      Delete
  10. Kita memang dianjurkan untuk tidak selalu mengeluh, melihat sesuatu dari sisi negatif atau menengok keatas terus karen sesungguhnya apa yang kita terima jauh lebih banyak daripada yang belum kita peroleh.

    Semoga berjaya dalam GA

    Salam

    ReplyDelete
    Replies
    1. Selalu berpositif thinking terhadap Allah Swt ya Dhe
      Makasi doanya :)

      Delete
  11. Allah tau apa yang terbaik buat kita. Dan Allah tidak pernah salah memilihkan peran buat kita.

    Sukses ya mbak dengan GAnya...

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya mbak, Allah Maha Adil, adil dengan cara-Nya, bukan dengan cara kita :)

      Makasi mbak, gak ikutan to?

      Delete
  12. kita dilahirkan tanpa membawa apa2, kalo sekarang kita punya apa2 berarti itu titipan ya mba, dan titipan itu sewaktu2 bs diambil sama yg empunya, mudah2an kita selalu siap ketika saat itu tiba...

    ReplyDelete
    Replies
    1. Yup bener banget mbak
      Semoga saja
      Ibu Aceh itu tegar sekali bukan ? T.T

      Delete
  13. Kata kebetulan sering sekali terucap, padahal seberanrnya itu sudah suratan ya, Mba. :)
    Tetap bersyukur dan bersabar. . .

    Selamat ngontes. . . :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya, kalau kita mau melihat "tanda-tandanya" pasti deh gak bakal ada kata "kebetulan"

      Sukses juga buat Idah ya :)

      Delete
  14. kalau sekarang gak l=patah hati lagi dong mbak :) kan udah ada si mas yang mendapimpingi. good luck ya mbak dengan GAnya

    ReplyDelete
    Replies
    1. hahaha ya iya lah mbak, mana mas nya ganteng lagi *loh salah fokus
      makasi ya mbak :)

      Delete
  15. Berarti saya juga bakal dapet suami laki2 terbaik, yang jauh lebih baik dari mereka yang 'menolak' saya selama ini. *optimis*

    ReplyDelete
    Replies
    1. Aamiin. So pasti mbak, tetap optimis lo
      Semangat!!!

      Delete
  16. semua udah di atur olehNya ya..

    ReplyDelete
  17. Ah bener banget mbak, nggak ada yg kebetulan.. suka banget bagian "Dan bolehkan saya berpikir itu adalah cara Allah untuk mengingatkan saya?"

    Afala tafakkarun T.T

    makasih banyak mbak Esti...

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya mbak, pengalaman memang guru yang terbaik
      Sama2 mbak, semoga bermanfaat :)

      Delete
  18. kadang jodoh gak bisa diprediksikan mba.. orang saya aja udah kenal seseorang lebih lama tapi jadinya sama istri saya sekarang.. ya alhamdulillah allah maha mengetahui yang terbaik..
    selamat dan sukses untuk mbak dan keluarga :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya Om..jodoh memang hanya Allah yang tahu
      Makasi doanya Om :)

      Delete
  19. Dapet om budhi yang jauh lebih baik yaa mbak esti bahagia ituh ada saat dan waktu nya yaa mbak :D

    Niar kapan yaa dapetnya #lho :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hahaha udah pengen yooo
      Sabar yo Nduk, Cah ayu :)

      Delete
  20. yeilah,,, pada ikutan GA! moga pada menang, ea... ^_^

    ReplyDelete
  21. Indah pada waktunya ya mbak.. alhamdulillah :)
    semoga tulisan ini bisa menjadi penyemangat bagi banyak orang...dan semoga sukses GA nya :D

    ReplyDelete
  22. Indah pada waktunya ya mbak.. alhamdulillah :)
    semoga tulisan ini bisa menjadi penyemangat bagi banyak orang...dan semoga sukses GA nya :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya Alhamdulillah mbak :)

      Semoga saja mbak, jadi yang galau2 bisa berikir positif :P

      Delete
  23. suka grogi saya kalo mampir ke blog2 para penulis handal itu -_- trauma waktu ikutan penulis mas 165 heu... salaam kenal saja kakak :D

    semoga trauma ku hilang!

    ReplyDelete
    Replies
    1. Salam kenal :)
      LO maksudnya gimana? Penulis 165?

      Delete
  24. doa indah itu smg terkabul ya...mg menang jg kontesnya

    ReplyDelete
  25. Ternyata masih di Aceh tho, kirain sudah kembali ke kota Lumpia.
    Salam hangat dari Surabaya

    ReplyDelete
  26. Sukses ya Esti...tulisanmu juga bagus lho :))

    ReplyDelete
  27. tulisan yang sangat bagus, buat menarik perhatian :D

    ReplyDelete
  28. salam kenal ya mba :)
    semoga menang :D

    ReplyDelete
  29. ini curcol ya Una?
    blom kenal mbak Esti dekat jadi gak tau klo dia sedang curcol #gak penting dibahas hahaha

    doanya bagus mbak, semoga kita dikuatkan ketika kuat saat Allah mengambil apapun yang sampai hari ini sudah dititipkanNYA, aamiin

    good luck ya kontesnya

    ReplyDelete
    Replies
    1. yang curcol Una apa saya mbak *tambah gak penting :)

      iya mbak,seringnya lupa bersukur dan menganggap semua adl milik kita pdhl cuma titipan

      makasi mbak :)

      Delete
  30. patah hati itu lebih sakit dari pada tangan di sayat silet :(
    ga mau lagi deh patah hati.. mending patah tongkat ajje haha :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. waah..gak mau mbandingin deh..antara patah hati dan disayat silet *ngeri

      Gak..gak..gak kuat *ala playboynya 7icon :)

      Delete
    2. kalo patah tongkat nya ? hahaha :D

      Delete
  31. saya juga wanita Aceh lho mba... hehe.

    Terkadang, kesedihan yang menimpa diri, membuat kita merasa sudah menjadi yang paling malang sedunia, padahal di luar sana, begitu banyak kesulitan dan kesusahan yang jauh lebih berat, yang harus dihadapi oleh orang lain ya mba...

    Trims atas postingan ini, telah ikut mengingatkanku untuk selalu mensyukuri nikmat yang Allah limpahkan. sukses untuk kontesnya ya mba... :_

    ReplyDelete
    Replies
    1. kan sudah saya colek di fb mbak alaika

      yup bener bgt mbak, serasa orang termalang di dunia

      makasi mbak :)

      Delete
  32. Patah hati? Hm.. I was there hehehe.. I know how it feell hehehe

    ReplyDelete
  33. Wanita yang baik itu untuk lelaki yang baik pula ^_^

    Jadi gak perlu bermuram durja lama-lama, krn kita ditempa utk jadi wanita yg baik ya gak mbak?

    ReplyDelete
    Replies
    1. yak betul sekali, salah besar ketika kita patah hati kok berlarut-larut, masih banyak sekali pria baik di dunia inih :)

      Delete
  34. kata orang, jodoh tak akan tertukar...
    jk sudah masanya, tak akan ada yg bisa memperlambat datangnya jodoh kita...

    #tp skrg udah going through dgn the one-nya kan Mbak

    ReplyDelete
    Replies
    1. iya mbak, insyaAllah kalo jodoh jalannya gampang bgt :)

      *Alhamdulillah sudah mbak, dan semoga mbak Rie juga segera bertemu dg the one-nya :)

      Delete
  35. sepedapat dgn mbak Mayya

    sukses buat GA nya ya mbak :)

    ReplyDelete
  36. Salam kenal admin blog.....

    kunjunga siang hari yang mendung

    komentarin artikel ini ya...

    http://www.timkomte.com/2012/09/traffic-pengunjung-rumahku-turun.html

    ReplyDelete
  37. Kalo udah jodoh pasti gak bakal kemana mba.. :) hehe salam kenal juga dari saya...

    aa Solah

    ReplyDelete
  38. Saya selalu ingat dengan pesan guru saya dulu:
    "Hidup sekali, hiduplah yang berarti".

    Kalimat sakti tersebut mempengaruhi saya sampai sekarang dan insya Allah selamanya. Bagi saya, kesedihan dan kekecewaan tidak perlu lama-lama untuk diratapi. Sebab, hidup ini cuma sekali, dan terlalu mubazir untuk disia-siakan hanya dengan menangisi kekecewaan.. :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya Uda...
      kata2 itu juga pernah jadi bahan postingan saya :)

      Delete
  39. Sepakat mba, apapun yg terjadi, tujuannya memang untuk memuliakan kita kan ya? begitu katanya, ga boleh sedih dan kecewa lama2 :D

    Gudlak ngontesnya^^

    ReplyDelete
  40. Baru baca yang ini. Bagus isinya. Semoga menang kontesnya ya Mba eh Bu budi. Hehehe.
    Intinya memang harus bisa ikhlas ya.. :)

    ReplyDelete
  41. Sangat inspiratif Jeng, terimakasih telah berbagi. Selamat ngontes yah semoga berjaya. Salam

    ReplyDelete
    Replies
    1. Sama2 Bu Prih, maaf udh lama gak main ke tempat ibu :)

      Delete
  42. Replies
    1. Mbak Cut, maaf gak sempat nyolek di fb, gimana kabarnya mbak?

      Delete
  43. Tidak ada yang kebetulan dalam hidup menurut saya, karena semua terjadi atas kehendak-Nya. Dan bolehkan saya berpikir itu adalah cara Allah untuk mengingatkan saya?
    -----------
    kata-katanya bagus banget! saya suka

    ReplyDelete
  44. Hmm... saya juga mesti bersabar nih...
    Mungkin satu do'a kita belum terkabulkan, namun ternyata nikmat lain sudah diberikan Allah hingga kita bisa hidup dengan nyaman :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya mbak :)
      Sabar dan Sukur
      Dua hal yang mudah dikatakan sulit untuk dilakukan :)

      Delete
  45. Wanita yang baik itu untuk lelaki yang baik pula

    ReplyDelete

Terima kasih sudah meninggalkan komentar ^_^