28 Aug 2012

Terbakar Atau Dibakar

Jakarta Sekelompok warga di lokasi kebakaran Pondok Bambu, Jakarta Timur, tiba-tiba mengamuk saat berlansung acara talkshow TvOne yang membahas isu mengenai kebakaran yang terjadi di Jakarta, apakah itu disengaja atau tidak. Menurut pihak kepolisian berdasarkan informasi yang diterima, kelompok massa itu menilai tema yang diusung dalam talkshow tersebut provokatif sementara kondisi warga tengah dirundung musibah (detik.com)

Itulah sekelumit berita yang di tampilkan di media online (detik.com). Banyak asumsi dan isu yang mengiringi dalam berita tersebut, terutama kaitannya dengan persiapan pilkada DKI putaran yang ke 2. Berita bencana yang di arahkan dan dikait-kaitkan dengan politik itulah yang mungkin membuat warga menjadi berang. tidak sedikit berita mengenai pemberitaan bencana yang terekploitasi menjadi berita yang bersifat politik.

Di bagian mana di negara ini yang suatu permasalahan fokus di hal tersebut saja, bukan dikait-kaitkan dengan politisasi. Hal ini juga terkait dengan peran media dalam memberitakan suatu peristiwa. Sedangkan media sendiri akan memberitakan sesuatu pasti sesuai dengan idealisme dari media yang bersangkutan. Idealisme ini lah yang kebanyakan orang tidak banyak memperhatikan. Masyarakat tidak bisa memaksa bahwa media itu harus begini, harus begitu. walaupun aturan (dalam hal ini UU sudah mengaturnya) tidak bisa kita hindari berita-berita yang muncul dari media tersebut seperti mengirimkan pesan dari si pemilik media.

Ada jargon yang mengatakan "siapa yang menguasai informasi akan menguasai dunia". Jargon ini menurut saya banyak benarnya dan mesti diperhatikan esensinya kaitannya dengan keberadaan media. Kebutuhan masyarakat saat ini akan kehadiran media sudah sangat besar. Sehari saja tidak mengikuti berita dari media maka kita akan ketinggalan buanyak sekali informasi, dan efeknya kita jadi tidak gaul manakala orang-orang disekitar kita membicarakan hal2 tersebut. Media sudah terasa menjadi kebutuhan pokok masyarakat. Hal inilah yang dimanfaatkan para pemilik media untuk mengarahkan dan menggiring opini dari masyarakat sesuai dengan kepentingan para penguasa media.

Akhirnya kita bisa mengerti dan menyadari mengapa sebuah peristiwa seperti bencana diatas dapat dipolitisi dan membuat masyarakat yang baru terkena bencana malah menjadi emosi. Apalagi kalo melihat kondisi politik yang lagi memanas di ibukota negara tersebut. Masyarakat kita sekarang sangat mudah emosi dan marah. disinilah seharusnya peran media massa untuk ikut berjuang memberikan informasi yang bisa mendinginkan dan menyejukan. Bukannya malah menjadi pihak yang menyulut ataupun bahkan membakar emosi masyarakat. Dan pada akhirnya pihak yang punya kepentngan dan pihak lain yang senang dengan kekacauan yang muncul akan tertawa terbahak-bahak dan tepuk tangan. Mari selamatkan masyarakat kita dari informasi yang menyesatkan.



Masyarakat kita terbakar atau di bakar ?
apakah media berperan ?
tergantung dari cara kita melihatnya dari kepentingan kita

41 comments:

  1. Saya sering nonton beberapa acara Talkshow di TVOne yang menurut saya jauh lebih menarik ketimbang sinetron atau acara lawak murahan yang ditayangkan stasiun TV lainnya.
    Dari pengamatan saya sejauh ini, beberapa pembicara kadang bicara terlalu pedas bahkan terkesan provokatif (khususnya bagi mereka yang mudah ter-provokasi).
    Saran saya buat teman2: pilihlah acara dengan bijak dan menontonlah dengan cerdas.. jangan mudah ter-provokasi..

    ReplyDelete
    Replies
    1. yup, bener bgt Pak, karena itu saya jarang nonton tipi :P

      Delete
  2. tapi emang sih..TVOne beberapa kali bikin berita rada provokatif. Saya masih ingat pas kasus Century dulu..
    Mending jangan banyak nonton TV kalo ternyata banyak mudharatnya daripada faedahnya!

    ReplyDelete
    Replies
    1. Kita se-ide mbak, mending baca buku ya sama ngeblog hehe

      Delete
    2. betul! nge-blog bs tambah ilmu dan tambah silaturahmi ya? :D

      Delete
    3. yup..betul banget mbak :P

      Delete
  3. saya jadi teringat seorang teman yg profesinya sebagai jurnalis. moto media adalah "bad news is good news".
    kalo dipikir2 memang faktanya begitu.
    so, pandai2lah memilah dan memilih informasi yang kita terima.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya, memang begitu adanya mas, penonton yg kudu bijak memilih tontonan

      Delete
  4. Walaupun berjuta kali dikatakan bahwa ... pemilik / pengelola media bersikap profesional dan propporsional ...

    namun tetap saja ...
    yang tertayang ... yaaaaaa ... demikian adanya ...

    Saya pun kalau punya media ... tentu akan saya arahkan sesuai dengan selera saya kan ? saya kan juga punya idealisme ! (dan tujuan juga tentu ...)(juga kesenangan .... )

    Salam saya

    (keren banget da ah komen gue ... kayak yang ngerti-ngerti aja)

    ReplyDelete
    Replies
    1. hahaha saya suka...juga kesenangan *sambil menerawang liar ala Om Nh

      Delete
  5. iya yah klo liat tayangan TV huh kebakaran melulu apalgi setiap lebaran pasti begni inget bgd tahun kemrin juga, ada yang kebanjiran malah eh..

    yg pasti kadang beritanya di TV terlalu berlebihan. makannya skrang mau nonvi ya agak males.. britanya menakutkan.

    mdingan ga usah nonvi beneran. BERLEBIHANNYA ITU LHO iya apalagi TV ONE. huuu

    ReplyDelete
    Replies
    1. memang berlebihan ya mbak, pemberitaan tipi2

      Delete
  6. hhmm iya kadang memang berlebihan..dan kesan yg ditimbulkan jd provokasi..

    ReplyDelete
    Replies
    1. iya mbak, provokasi tanpa memikirkan efeknya

      Delete
  7. Media selalu menyajikan sesuatu yang memiliki nilai jual jeng.
    Jika seseorang ngomongnya datar2 saja gak akan diwawancarai oleh TV deh ha ha ha ha.
    Lihat saja, ada Profesor tua yang suka membusuk-busukkan suatu instansi yang akhirnya diserang balik oleh orang lain dan mingkem.
    Kalau ada orang yang suka menjelek-jelekkan orang lain segera serang balik, jangan malah di keploki entar malah menjadi-jadi.

    Salam hangat dari Surabaya

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hahaha gitu ya Dhe, malah gelutan ntar Dhe

      Salam Tak Kalah Hangat dari Semarang Dhe :)

      Delete
  8. Banyak banget sekarang kebakaran yaa mbak es, turut berduka.

    makanya orang tua bilang, jangan main api nanti kebakaran, kan tiap apah yang dikerjakan pasti ada konsekuensinya yaa mbak :D

    Eeh iyaa dapet award liesteb dari niar lho mbak plus ketiban peernya , di liat di http://niarningrum.blogspot.com/2012/08/ngerjain-peer-dapet-award.html

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya, sedih ya dengernya

      Aq udah baca, tapi belum tak garap hehe

      Delete
  9. kalau berita sih seperti itu ya.... menurut saya. nah kita yagn harus pinter pinter deh menyaringnya..
    tapi memang buat sebagian orang ada yang mudah tersulut.. memang masih butuh banyak edukasi. semoga tidak ada yang buruk terjadi... think positive.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya Pak,positif thinking memang dibutuhkan saat ini

      Delete
  10. Saya pernah bekerja menjadi jurnalis di salah satu media koran terbesar di Indonesia..

    Pada dasarnya semua media punya kepentingannya sendiri, kalau media Islam tujuannya pasti dakwah, kalau media yang dimiliki oleh politikus pasti ada tujuan politiknya..
    Kalau media yang murni bisnis ya pasti nyari duit aja, terserah negara mau kacau balau gimana..

    Terbakar atau dibakar bukanlah pilihan, keduanya terjadi..
    Masyarakat dibakar untuk tujuan media, masyarakat juga mau terbakar karena masyarakat Indonesia rata2 masih bodoh..

    Masyarakat kita punya pengetahuan media yang sangat rendah, lihat bagaimana masyarakat kita dengan mudahnya terprovokasi oleh isu2 agama dari media Arrahmah yang sebenarnya kualitasnya rendah dan bahkan terbukti menipu..
    Begitu juga dengan media politik yang jelas2 punya partai tapi masih dipercaya..

    Kunci terbakar atau tidak, bukan pada media karena media selalu punya kepentingan, pemerintah dan masyarakat lah yang menjadi kontrol, kalau beritanya ga logis ya jangan diterima, lama2 juga media bakalan bangkrut..

    ReplyDelete
    Replies
    1. Wah, komentar dari jurnalis nih, berarti kita harus lebih bijak menyikapi berita di media ya mbak :)

      Delete
  11. dirumahku chanel TVone dihilangkan loh mbak hehehe. mbak aku mau posting kopdaran kita fotonya boleh tayang tidak?

    ReplyDelete
    Replies
    1. klo metro gimana mbak?
      bukannya mereka itu 11-12? :D

      Delete
    2. Mosok mbak :P
      Boleh boleh, numpang narsis di blog nya mbak Lidya hehe

      wah, mbak niq ada maksud apah inih :)

      Delete
  12. Mass Media juga mempunyai peran dalam pembangunan pikiran kita, namun itu semua kembali pada pola pikir Kita sendiri... :)
    Hadir di sini, share: MP3 Kisah Inspiratif Bag. Akhir, bonus: Ebook Motivasi, silahkan direview Sob,,, Thanks...

    ReplyDelete
  13. Memang problematis mbak....

    Kalo menurut saya, sebaiknya mass media, baik elektronik maupun cetak sebaiknya bisa berperan sebagaimana "pegadaian"

    bukan bermaksud untuk menggadaikan barang, tetapi untuk menyelesaikan masalah tanpa masalah :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. hahaha apik apik Mas, bukan malah menyelesaikan masalah "dengan" masalah ya :P

      Delete
  14. jadi inget pelajaran kuliah, manusia digigit anjing = bukan berita, anjing digigit manusia = berita
    asalkan jangan kejadian sesungguhnya manusia digigit anjing diubah jadi anjing digigit manusia ya, menyesatkan itu mah

    ReplyDelete
    Replies
    1. hahaha..hal yang menyesatkan harus dihentikan lo mbak :P

      Delete
  15. sy udah lama gak nonton media mbak.. termasuk tipiwan.. terlalu ngomporin..

    ReplyDelete
  16. awalnya terbakar tapi lalu jadi dibakar untuk kepentingan golongan, eh atau memang dari awal sudah dibakar untuk kepentingan golongan? ah jadi bingung ... memang harus pintar2 memilah agar tidak ikut terbakar suasana :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. asal jangan ikut bakar2an ya :) kalo bakar ikan beda cerita mah hehe

      Delete
  17. Media harus bisa bijak, bukan hanya mengejar rating atau oplah

    ReplyDelete
    Replies
    1. itu idealnya mbak, tapi kenyataan tidak sesuai harapan kita yah, semoga ke depannya media bisa lebih baik :)

      Delete
  18. Jarang nonton tv. Enakan bewe.. :)

    ReplyDelete
  19. ga suka nonton berita apalagi klo tentang kebakaran !
    mending kartun ajjah hahaha :D

    ReplyDelete

Terima kasih sudah meninggalkan komentar ^_^