Social Icons

25 Jul 2012

Giveaway Azzet : Life is Supposed to be Lived, not Reported


(Jiaah..keren banget kan yak judulnya, judul boleh bahasa Inggris, isi posting tetep pake bahasa Indonesia, kan ACI ^_*)

Saya sudah menyukai dunia tulis-menulis sejak masih duduk di sekolah dasar. Kalau saya boleh bilang begitu. Karena sejak kecil sudah terbiasa menulis di buku harian. Bahasa kerennya nulis di diary hehe. Apa saja saya tulis disana, dari mulai cita-cita yang selalu berubah-ubah, senang dan kesel sama teman sepermainan, atau cerita cinta monyet …ihiiir. 

Beranjak ke masa remaja, saya masih suka coret-menyoret, seringnya sih buat puisi, biasalah wong masanya jatuh cinta *tersipu-sipu. Kemudian saya sampai pada pemahaman, hidup untuk dinikmati bukan hanya untuk ditulis. Life is Supposed to be Lived, not Reported. Sedikit demi sedikit saya semakin jarang menulis, untungnya hobi membaca masih terpupuk baik *kacamata tebal ini buktinya.

Tahun 2009, saya penasaran dengan yang namanya Blog, habis teman yang berbasis IT ngomongin itu mulu. Saya mulai mencari tahu apa sih Blog itu. Awalnya dengan pinjem buku tentang Blog di perpustakaan kantor *gak modal hehe. Coba-coba buat Blog sendiri berkat petunjuk dari buku itu. Mulai deh nulis-nulis lagi. Tapi seringnya malah ngotak-ngatik template *cewek banget peduli dengan penampilan. Dalam sehari mungkin bisa 20 kali ganti template. Belum ada juga yang pas, suka templatenya tapi terus kacau tatanan tulisannya, dan lain-lain. Jadi lebih keseringan ganti template ketimbang nulisnya hehe. Bisa deh dilihat selama 3 tahun itu (2009-2011) postingan keseluruhan cuma 24 saja *sedih. Isi postingan pun gak penting-penting amat *si amat aja gak penting. Suka-suka saya aja yang nulis, dalam benak saya waktu itu cuma terbersit, saya hanya ingin menulis.

Sekitar bulan Maret lalu entah kenapa saya mulai melirik lagi blog yang lama gak terurus, mulai bersih-bersih sarang laba-laba yang tampak dimana-mana. Mulai menulis lagi, sempet sih penasaran dengan template, tetapi entah kekuatan darimana saya malah memilih template yang super sederhana ini. Keinginan dari ‘saya hanya ingin menulis’ menjadi ‘saya ingin menulis’. Sepertinya saya merindukan sensasi menuliskan satu tulisan (tsaaaah…gaya bener).

Blogwalking
Sambil berbenah blog, saya pun mulai jalan-jalan ke blog milik blogger lain. Istilahnya ya blogwalking. Dulu juga kadang-kadang blogwalking, cuma gak pernah meninggalkan jejak a.k.a komen-komen. Beberapa tulisan sempat saya komentari, ketika itu sebagai wujud apresiasi saya terhadap tulisan mereka. La kok setelah itu blogger-blogger yang tulisannya saya komentari berbalik mengomentari tulisan saya. Ooooh…begini toh cara kerjanya *maklum ndeso soal beginian. Sejak saat itu mulai rajin deh blogwalking dan tulis-menulis lagi. Nambah teman nambah ilmu, adalah manfaat pertama dari blogwalking menurut saya. 

Jeli Terhadap Lingkungan
Sejak rutin membuka blog, saya jadi lebih perhatian dengan keadaan sekitar, kira-kira apa yang bisa ditulis dengan kejadian yang saya alami, dengar dan rasakan. Jangan sampai hal bermanfaat terlewatkan begitu saja. Walau pun belum bisa rutin menerbitkan tulisan. Targetnya sih seminggu 3 kali *tapi belum bisa T.T

Rajin Membaca
Untuk menambah referensi dalam menulis, membaca adalah unsur utama yang tidak bisa ditinggalkan. Hobi membaca semakin menggila. Dalam sebulan bisa beli 5-6 buku. Apalagi kalau lihat tulisan diskon hahaha. Hanya saja sekarang selera agak berubah, tidak hanya novel melulu, tapi juga buku-buku tentang tips menulis dan ngeblog.

Giveaway
Dulu banget pernah ikutan yang namanya giveaway ini, waktu itu sih mikir kalau ada yang bisa saya bagi sesuai temanya. Jadi sekalian ikutan, bisa dapat pahala juga. Tentang sedekah gitu, ini judulnya Sedekah Cinta. Lalu ikutan lagi yang kedua, yang berkaitan dengan berjilbab. Gaya banget yak semuanya tentang agama (padahal ilmu agama saya belum ada apa-apanya) sekedar sharing aja sih siapa tahu berguna, pikiran saat itu. Baru saya sadar, postingan giveaway saya itu, diapresiasi oleh orang lain, ada yang komen di situ. Senang juga ketika tahu, orang lain pun merasa bahwa tulisan saya cukup layak untuk dibaca. Apalagi setiap ikut giveaway, pengunjung blog saya semakin banyak hehe kan jadi semakin punya banyak teman. Dan kalau beruntung dapat hadiah juga. 

Persahabatan
Dari seringnya jalan-jalan ke rumah teman (baca blog lain), saya pun mulai mengenal teman-teman blogger lain. Bersilahturahmi (lewat blog) dengan mereka membuat hidup terasa lebih berwarna. Menurut saya pribadi, para blogger itu punya kecerdasan emosional tertentu. Mereka menyuarakan isi hati dengan cara menulis. Dan entah kenapa kok saya berpikir, blogger itu pasti orang yang baik ya. Hehehe (Kan gak mungkin orang gak bener mau meluangkan waktu untuk sesuatu yang bernama “menulis”) Saya merasa dekat hanya dengan membaca tulisan mereka, ikut merasakan kesedihan dan kegembiraan yang mereka tuliskan. Dan pastinya jadi tahu banyak hal baru, saling berbagi cerita dan berbagi ilmu.  Walau pun hingga saat ini belum pernah kopdar (ketemuan) dengan sesama blogger. Mudah-mudahan bisa kopdar dengan teman blogger lain dalam waktu dekat. Amin.

Ketagihan Ngeblog
Saat ini bisa dikatakan saya sedang ketagihan ngeblog. Sehari aja tidak buka blog rasanya gimana gituuuu….sehari saja gak bersilahturahmi ke rumah blogger lain rasanya ada yang kurang dalam hidup (ceileee…). Dan mudah-mudahan ketagihan ngeblog ini juga berimbas positif dengan terbitnya tulisan-tulisan yang bermanfaat bagi orang lain plus dapat menulis dengan rutin. Amin.

Jadi kalimat Life is Supposed to be Lived, not Reported
saat ini bagi saya sepertinya perlu dikaji ulang ^_^

Tulisan ini diikutkan pada kontes Betapa Senangnya Ngeblog dan disponsori oleh Mahabbah.

Apa asyiknya ngeblog bagimu sobat?

21 Jul 2012

Putri Sejati Hanya Butuh Kebaikan Hati

 

Judul Buku : Mima dan Putri Jenna
Penulis       : Fita Chakra
Cetakan     : I, 2012
Penerbit     : Tiga Ananda
Tebal         : 64 hal


        Makanan kesukaan Mima berbeda dengan teman-temannya. Bukan coklat, bukan pula kue tart. Mima sangat suka wortel. Mima menyukai wortel karena Bundanya pintar sekali membuat olahan makanan dari wortel, sehingga Mima yang semula tidak suka jadi menyukai wortel. Apalagi wortel kan baik untuk kesehatan mata. 

        Tapi sayang Bunda Mima sudah tiada, karena itulah Mima jadi kebingungan ketika Tara, teman Mima di sekolah memberikan undangan pesta ulang tahunnya dan di dalam undangan itu tertulis kalau para tamu undangan diminta untuk mengenakan baju yang unik dan membawa makanan kesukaan agar bisa bertukar dan dapat dicicipi teman-teman yang lain. Aduh bagaimana ini, pikir Mima.Terbayang lagi kejadian ia membawa jus wortel ke sekolah dan ditertawakan oleh teman-temannya. Seperti kelinci saja kok suka wortel, ejek mereka. Apalagi baju-bajunya biasa-biasa saja tidak ada yang unik.

        Sesampai di rumah Mima mencari boneka pemberian Bunda di gudang. Di sanalah ia bertemu dengan sosok Putri Jenna. Mima yang kesepian karena Ayahnya bekerja sepanjang hari sangat gembira karena sekarang ia memiliki sahabat baru. Kepada Putri Jenna, Mima menceritakan kegundahan hatinya. Putri  Jenna malah bingung setelah mendengar cerita Mima, mengapa Mima harus dipusingkan dengan baju dan wortel. Apa yang salah memakai baju biasa? Manusia memang aneh, pikirnya.

        Kemudian Putri Jenna mengingatkan Mima kalau Mima masih memiliki celengan. Oh senangnya Mima membayangkan betapa ia dapat memakai baju indah bak putri yang dilihatnya tempo hari di toko baju.  Tapi, ternyata Andin lebih membutuhkan uang untuk pengobatan ibunya, oleh Mima uang itu pun diberikan kepada temannya Andin. Hmm...bahagianya melihat Andin tidak menangis lagi.

        Di dalam mimpi, Bunda berkata pada Mima bahwa Mima mempunyai penyakit Tidak Pede Jadi Diri Sendiri. Ketika terbangun Mima menjadi sangat gelisah. Ternyata mimpi ituPutri Jenna yang membuatnya, supaya Mima mengerti Putri Sejati Hanya Butuh Kebaikan Hati.

        Berkat bantuan Tante Sekar,  Mima memiliki gaun cantik untuk dipakai di pesta Tara serta membawa kue wortel  keju enak yang disukai oleh para tamu yang lain. Dan yang tidak terduga, baju Mima terpilih sebagai salah satu kostum terunik dan mendapat hadiah pula. 

Penasaran kan siapa sih Putri Jenna? Dari mana asalnya? 
Dan apa saja sih yang diperlukan untuk menjadi seorang putri?

        Kisah Mima dan Putri Jenna bagus banget untuk anak-anak, banyak hal positif yang bisa diambil seperti wortel  yang baik untuk kesehatan dan pengertian kepercayaan diri yang bisa dipupuk sejak kecil.

#Baca novel anak-anak ini jadi inget sama "You Are Beautiful"-nya Cherrybelle ^_^

18 Jul 2012

Sudahkah Mengenal Blogcamp?


9 Cara Menghindari Wajah Sengak
Selamat Hari Berdiri Untuk Blogcamp  ^_^

Tak Kenal Maka Tak Sayang, memang benar adanya. Pertama kali saya main ke Blogcamp adalah ketika Pakdhe memenangkan perhelatan Tanda Cinta di Januari artikel Pakdhe waktu itu 9 Alasan Mengapa Saya Memilih Dia. Karena penasaran saya pun meluncur ke Blogcamp. Dan yang terjadi selanjutnya adalah....saya tertawa tergelak-gelak membaca postingan itu. 






Ini komen pertama saya di Blogcamp.
Esti Sulistyawan
Slamat ya pak dhe…
Jadi pemenangnya nich..
Emang TOP dah …
Seru n lucu banget.
Salam kenal dari Semarang :)

matur nuwun-
salam hangat juga


Saya pun jadi ingin tahu siapa sih komandan Blogcamp yang humoris ini...walahdalah purnawirawan cah. Ternyata beliau mengabdikan separuh hidupnya untuk negara ini. Templatenya aja merah putih (seperti bendera negara ya) Kok pensiunan tentara ngeblog ya? Adalah pertanyaan berikutnya. Semakin deh diubek-ubek postingannya Pakdhe. Dari situ mulai mengenal sosok bapak yang satu ini. Awalnya saya mengira BlogCamp memiliki arti harfiah Camp (markas/tempat ngumpul) dari Blog-Blog. Ternyata singkatan dari Blog Campur-campur, karena isinya memang campur-campur hahaha.

Setelah komen pertama itu, saya hadir sebagai silent reader, walau gak begitu sering mampir, saya jadi tahu sedikit demi sedikit tentang gaya bertutur Pakdhe dalam tulisan. Kocak, gampang dicerna dan tersirat makna adalah cara khas Pakdhe menurut saya. Sesuai mottonya : Ngeblog sing enak, tapi gak sak enake. Kata-kata yang dipakai pun lugas khas Jawa Timuran. 

Saya mulai komen lagi ketika ada kuis model Blogcamp, mbak Cut Maha Ratu. Karena kebetulan saya sudah kenalan sebelumnya, jadi deh saya ikutan menebak. Walau kurang beruntung saat itu, keikutsertaan saya membuat saya kembali mengubek-ubek Blogcamp. Semakin sering dibaca kok semakin cinta ya bwahaha *sama Blogcamp-nya lo Dhe, jangan GR. Sampai-sampai komen dari teman blogger lain beserta jawaban Pakdhe pun saya baca, dan selalu sukses membuat saya senyum-senyum sendiri. 

Nah, kuis model kedua yang saya ikuti ketika modelnya Niar Ningrum, tebak-tebak buah manggis, ikutan nebak model yang manis ini hehehe. Alhamdulillah, kali ini beruntung sodara-sodara. Dan mendapat tali asih berupa buku dari Pakdhe. 

Ketika Pakdhe mengadakan kontes Indonesia Bangkit, dalam rangka Hari Kebangkitan Nasional, saya punya keinginan kuat untuk ikut meramaikan. Sampai-sampai minta pendapat suami perihal apa yang akan saya angkat. Akhirnya diputuskan menulis Gema Prestasi Pemuda Indonesia. Yakin banget dah waktu itu bakal menang jiahaha *PeDe tingkat dewi. Secara, Pakdhe kan pak tentara gitu, pasti suka dong dengan hal-hal gini, hooh to Dhe? *maksa

Nasib belum berpihak, saya gak menaaang...hiks.

Ternyata Pakdhe punya hobi membuat kontes *hobi yang bagus Dhe, lanjutkan hehe. Kontes berikutnya lebih sensasional. Jambore On The Blog. Keren banget dah idenya Pakdhe. Jelas  dunk saya merasa tertantang (lagi).  Tahu gak apa yang saya lakukan untuk menang? Bukan ke dukun lo ya. Karena saya kepengen menang, maka saya pun mempelajari tulisan para jawara sebelumnya. Hmmmm...begini toh cara penulisan yang Pakdhe sukai. Oke lah sudah dapat clue-nya. Saya pun mulai waspada dengan artikel-artikel di Jambore, kira-kira mana artikel yang saya kuasai.

Setelah terlewat beberapa hari, akhirnya saya membuat postingan Hidup Adalah Pilihan. Alhamdulillah dapat juara alias menang walaupun bukan juara 1 *senyum-senyum senang. Dapat hem batik sebagai tali asih. Lo kok hem? Iyah, hem buat suami, karena body saya bukan body pasaran, daripada blus-nya mubazir, lebih baik buat suami. Hahahaha. 

Hem-nya bagus Dhe, Mas Budhi-ku suka tuh.

Untuk Jambore khususnya gak menang sih, sesuai prediksi, karena memang bukan tipe tulisan yang disukai Pakdhe ^_^ saat itu cuma pengen meramaikan aja. Karena kalau saya mengulas terlalu dalam ntar Gambang Semarang-nya malah copy-paste dari sumbernya. Gak seru kan?

Dan sekarang...saya mendeklarasikan diri sebagai salah satu penggemar BlogCamp. Hampir setiap hari membaca dan komen di postingannya (wah, ternyata saya termasuk lima besar Komentator of the Month lo hahaha. Saking keseringan komen). Karena BlogCamp selalu punya postingan setiap hari *iri deh untuk yang satu ini. Apalagi Tausiyah Jumat-nya itu lo, maknyes banget. 

Untuk Pakdhe Cholik yang paling keren...
Semoga diberi kesehatan dan kebahagiaan oleh Allah Swt
Jadi ngeblog dan bikin kontesnya bisa jalan terus
Kutunggu KonteT (Kontes Terunggul) selanjutnya 

Salam Tak Kalah Hangat dari Semarang ^_^

*maap foto tali asih belum bisa di-upload

Sudahkah anda mengenal BlogCamp kawans?

10 Jul 2012

Bercinta Dengan Puisi

Diantara tiga (3) karya sastra, yaitu novel, drama, dan puisi; puisi-lah yang menjadi momok bagi diri saya. Saya lebih baik menganalisa novel setebal 500 halaman, daripada puisi yang terdiri dari tiga bait. Kenapa begitu? Karena menurut saya pribadi kita harus memiliki sense yang lebih tinggi untuk mengetahui makna dari sebuah puisi. Bagaimana dengan membuat puisi? Waduh, apalagi itu, lebih susah lagi. Kita harus punya diksi/pilihan kata yang ciamik untuk membuat puisi yang enak didengar dan bermakna. Karena itu saya menyebut diri saya sendiri sebagai penikmat puisi. Walau tidak bisa membuat dan butuh tenaga ekstra untuk menganalisa, Alhamdulillah saya masih bisa menikmati puisi.

Postingan kali ini saya mau membahas sebuah puisi karya mbak Ririe yang berjudul Pada Cinta Tanpa Penjelasan. Seperti puisi-puisi lain karya mbak Ririe, mbak Ririe lebih mengedepankan mood dalam pembuatannya. Hmmm…tentu saja mood sangat penting dalam pembuatan puisi dan karya sastra lainnya. Tetapi ada baiknya mbak Ririe juga melihat kaidah pembuatan puisi secara keilmuan.

Sebagai pemula sebaiknya kita (lue aja kali gua kagak) memperhatikan rima, rasa, dan nada. Rima yang beraturan, rasa yang ingin kita ketengahkan, dan nada ‘persoalan’ yang kita bicarakan, akan membuat puisi lebih enak ‘jatuhnya’. Saya membaca beberapa puisi mbak Ririe, mbak Ririe selain mengedepankan mood juga lebih suka bermain kata. Kata-kata yang dipilih sudah bagus tapi terkadang membuat pembaca mengerutkan kening karena ‘terlalu indah’. Ada beberapa pilihan kata yang diulang dalam beberapa puisi, seperti kata 'partikel'. Mungkin mbak Ririe suka dengan kata ini. Terkadang kata yang lugas pun bisa 'nampak' indah. Salah satu contoh puisi yang sering diperbincangkan dalam jagad kesusastraan dunia, adalah The Raven (burung gagak), karya Edgar Alan Poe. Kata dan artinya lugas dan jelas. Maaf lo mbak Ririe kalau tersinggung. Bukan maksud saya mengkritik, lha wong saya juga hanya sebagai penikmat puisi. Ini hanya saran saja.

Tidak afdol rasanya membahas puisi tanpa ‘menempelkan’ sebuah puisi disini. Ini puisi hasil mengubek-ubek file yang saya anggap pas dengan puisi mbak Ririe (dipas-paske sebenarnya hehe). Semoga bisa dinikmati.

 Jiwa Tanpa Raga

Apakah ini cinta, ketika kau berubah, aku merasa terluka.
Apakah ini cinta, ketika setiap saat, harus tahu bagaimana keadaanmu.
Apakah ini cinta, ketika setiap bicara tentang dirimu,
ada mata berbinar dan senyum yang merekah
Apakah ini cinta, ketika yang ku tau tentang dirimu hanya jiwa tanpa raga

“Tulisan ini diikutsertakan dalam “Giveaway Kidung Kinanthi: Kata dalam Puisi”

Teruslah membuat puisi mbak Ririe, 
jangan seperti saya yang hanya sebagai penikmat puisi ^_^ 
Salam saya untuk keluarga

5 Jul 2012

Review Bulan Mei 2012 : Semangat Belajar Tak Kunjung Padam

Sudah kenal dengan Bunda Sumiyati Sapriasih? Saya juga baru kenal setelah beliau menulis di facebook Warung Blogger tentang Kontes Blog Review miliknya. Dan saya punya niat baik (niat baik udah dicatat yak sama malaikat hehe) untuk ikut meramaikan perhelatan tersebut. Jadi postingan kali ini, saya akan me-review tulisan Bunda Sumiyati pada bulan Mei. Mengapa saya mengambil bulan Mei? Padahal di bulan ini terdapat postingan terbanyak lo, ada sebelas (11) postingan secara keseluruhan. Alasannya adalah (jreng jreng) karena kompetitornya 'baru' dua (2), jadi kans saya untuk dapat buku kan lebih besar gitu *ide bagus setelah dapat pangsit wangsit hehehe. Yuk ah kita mulai me-review tulisan Bunda di bulan Mei ini. Yuk mariiii!!!

Di bulan Mei ini, Bunda Sumi (saya manggil Bunda gitu aja ya Bun) sedang rajin-rajinnya ikutan lomba blog, ada lima (5) postingan yang menjadi bukti keikutertaan beliau, yaitu Kemudahan Transaksi dalam BCA, Kebudayaan Mendongeng Menjadikan Indonesia Bangkit, Impianku menjadi CEO Grup Bakri, Bakmi Jawa Spesial dan Juice Jeruk ala Diskon, dan Restauran Takigawa Grand Indonesia. Benang merah dalam lima postingan tersebut, tentu saja semuanya kontes/lomba blog. 

Ada tiga kemungkinan kenapa Bunda banyak mengikuti lomba blog:
1. Selain hadiah (jujur banget ya saya hehe) kemungkinannya Bunda juga mau mengukur kemampuan menulis beliau.
2.  Sedang tidak punya ide untuk bahan postingan, jadi dengan ikut lomba bisa menambah jumlah postingan kan? Sudah ada topik/tema jadi kita tinggal menulis sesuai tema tersebut.
3.  Ada yang menyarankan pada Bunda (pada komentar salah satu postingan) salah satu cara agar banyak yang berkunjung ke rumah Bunda, ya dengan mengikuti lomba-lomba blog.

Kalau perkiraan saya salah maaf ya Bun :)

Tiga postingan lain berisi liputan kegiatan Bunda yang mengikuti  kegiatan berjenis seminar. Bunda rajin sekali ya ikutan kegiatan seperti ini, tapi memang bermanfaat, baik untuk Bunda sendiri juga untuk pembaca blog Bunda. Ini menunjukkan Bunda orang yang selalu ingin belajar tentang segala hal. Salut untuk Bunda, biasanya orang lain yang seumuran Bunda sudah malas untuk melakukan peningkatan diri. Dari tiga kegiatan seminar ini, tampaknya yang paling berkesan bagi Bunda adalah Dongeng Kreasi Bersama Kak Awam Prakoso. Mengapa saya beranggapan begitu? Karena Bunda menulis lagi tentang dongeng di postingan untuk kontesnya Pakdhe Cholik, Kebudayaan Mendongeng Menjadikan Indonesia Bangkit.

Satu postingan tentang Digiscrapbook Desain Mayya, dimana Bunda ikut meramaikan acara punya mbak Mayya. Satu postingan yang lain tentang review produk Kedai Es Pisang Ijo Genit dari sedapur.com. Hmmm... Bunda ternyata suka yang berbau diskon yak, ihhh.... kok kita sama si Bun hehehe.

Dan satu postingan yang lain, tentu tidak ketinggalan tentang tulisan Bunda yang sudah dibukukan. Judul bukunya Cita-Cita Cinta, sedangkan tulisan Bunda disana yang berjudul Hariku Menyenangkan. Bravo untuk Bunda *prok prok prok.

Saya sudah agak lama tertarik dengan blog Bunda jauh sebelum Bunda mengadakan kontes ini. Ini bener lo Bun, gak bohong, karena saya sempat penasaran dengan nama blog Bunda, sumiyati-raditcelluler. Unik banget namanya. Dan saya pun lalu tahu mengapa blog ini diberi nama itu setelah membuka postingan awal blog ini.

Salut untuk Bunda, karena kemauan belajar yang tinggi, mau belajar tentang blog, yang notabene belajar komputer untuk orang seusia Bunda bisa menciptakan tingkat ke-stres-an tersendiri. Salut karena ditengah kesibukan bekerja dan sebagai ibu dari 3 anak, Bunda masih menyempatkan diri mengikuti seminar-seminar dan menulis untuk blog, serta mengirim tulisan yang akhirnya dicetak menjadi buku. Salut untuk blog yang 'baru' berusia 4 bulan, tetapi sudah mengadakan kontes.

Teruslah berkarya Bunda Sumi, agar semangat belajar Bunda menular kepada anak-anak Bunda dan blogger-blogger muda.

 

  Artikel  ini diikutsertakan pada Kontes Blog Review yang diselenggarakan www.sumiyati-raditcelluller.blogspot.com